Sekali Panen, Hasil Pendapatan Mina Padi Petani Poso Ratusan Juta – Palu Ekspres
Ekonomi

Sekali Panen, Hasil Pendapatan Mina Padi Petani Poso Ratusan Juta

PANEN - Wakil Bupati Poso Ir T Syamsuri didampingi Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Sulteng Hasanuddin Atjo melaksanakan panen perdana ikan air tawar pada program Mina Padi di Desa Lape, Kecamatan Poso Pesisir, Senin 15 Mei 2017. Foto Ist

PALU EKSPRES, POSO – Upaya menjadikan Kabupaten Poso menjadi sentra budidaya ikan air tawar terus diintensifkan. Hal itu terlihat dengan pelaksanaan panen perdana ikan air tawar oleh Kelompok Budidaya Ikan (Pokdan) Berkah melalui program Mina Padi di Desa Lape Kecamatan Poso Pesisir, Kabupaten Poso, Senin 15 Mei 2017.

Panen perdana yang dihadiri Wakil Bupati Poso Ir T Syamsuri, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Sulteng Hasanuddin Arjo serta sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemkab Poso tersebut, dikalkulasi hasil panen perdana ikannya  bisa mencapai 8 ton lebih.

Jika dikonversi ke rupiah dengan harga ikan di tingkat pengumpul sebesar Rp30 ribu per kilogram (Kg), maka total produksinya sebesar Rp240 juta.

Ketua Pokdan Berkah,  Saprin Ladjiji mengatakan, program mina padi ini tidak hanya menghasilakan ikan air tawar jenis nila dan ikan mas, petani juga bisa memproduksi  padi. Menurutnya, hasil ubunan panen padi pada penanaman pertama di atas lahan seluas satu hektare menghasilkan 3 ton padi.

Sedangkan kalkulasi panen produksi ikan mencapai 8 ton lebih, dengan rincian ikan Nila sebanyak 4.000 kg atau 4 ton dan ikan Mas sebanyak 4800 kg atau 4,8 ton.

“Analisa produksi dengan tingkat kehidupan mencapai 65 persen,” ujar Saprin yang mengkoordinir 12 orang di Pokdakan Berkah tersebut.

Saprin melanjutkan, jika kalkulasi produksi diambil dari angka minimal total produksi, yakni 8 ton per hektar, maka Pokdan Berkah bisa meraup penghasilan Rp240 juta jika rata-rata harga ikan dipatok Rp30 Ribu per kilogram.

“Ini belum ditambah dengan hasil panen padi sekitar Rp16,2 juta dari total produksi sebesar 3 ton, sehingga hasil bersihnya mencapai sekitar Rp 240 juta setelah dikurangi biaya operasional sebesar Rp69,26 juta,” ujarnya.

Saprin menjelaskan, tingginya biaya operasional pada budidaya ikan melalui program mina padi secara intensif karena pakan berupa pellet di Poso sangat langka dan mahal.

“Kami mengusulkan agar bisa dibantu pengadaan pabrik pakan ikan walau skala mini,” pintanya.

Namun pada intinya kata Saprin, budidaya ikan air tawar melalui penerapan teknologi  Mina Padi ini memiliki banyak keunggulan, di antaranya  hama tikus bisa diatasi hingga 90 persen, pemupukan kimiawi bisa dikurangi sampai 50 persen karena menggunakan pupuk kandang serta biaya pengolahan bisa ditekan hingga 5 persen untuk 2 periode tanam padi dan sekali penebaran ikan.

Kepala DKP Sulteng Hasanuddin Atjo mengatakan, panen perdana yang dilaksanakan oleh Pokdan Berkah di Desa Lape ini adalah langkah awal untuk mendorong pengembangan budidaya ikan air tawar di Poso.

“Poso yang selama ini dikenal dengan sumber airnya yang berasal dari Danau Poso, sangat potensial dikembangkan budidaya ikan melalui Mina Padi yang terintegrasi,” ujar Atjo.

Menurutnya, program Mina Padi sebenarnya sudah lama dilaksanakan. Pada era Orde Baru pernah digagas program Mina Padi. Hanya saja tidak berlanjut. Sehingga, saat ini coba kembali digagas dengan menerapkan teknologi dengan menambah kedalaman sekeliling  kolam hingga 1,5 meter.

(fit/Palu Ekspres)

Click to comment

BERITA POPULER

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!