Sebelum Terlanjur, Kenali Bahaya Stroke Mata – Palu Ekspres
Kesehatan

Sebelum Terlanjur, Kenali Bahaya Stroke Mata

PALU EKSPRES, JAKARTA – Terdapat suatu kondisi khusus bernama amaurosis fugax pada stroke mata CRAO. Plak dari jaringan pembuluh darah yang lepas menyumbat pembuluh darah arteri sentral.

Namun, dalam kondisi tersebut, plak jaringan itu bisa bergeser atau berenang-renang lagi sehingga tidak lagi menyumbat.

Karena itu, penglihatan yang awalnya menjadi gelap mendadak terang akibat penyumbatan yang berangsur membaik. Pasien mungkin bisa melihat lagi seperti semula. Namun, Firmansjah menegaskan bahwa kondisi itu tidak berarti sembuh.

Pasien tetap harus memeriksakan diri ke dokter untuk memastikan apakah plak tersebut akan kembali lagi atau tidak di kemudian hari.

Sebab, plak dikhawatirkan menyumbat dan mengakibatkan stroke mata yang lebih parah.

Perlu diingat bahwa pasien CRAO hanya memiliki waktu sekitar 90 menit untuk segera mendapatkan penanganan dari tim medis.

Terhitung sejak pasien kali pertama merasakan gejala. Jika tidak, risikonya adalah kebutaan permanen.

“Ada pasien yang terkena stroke mata pukul 07.00, kemudian dia mencari klinik yang buka. Karena masih pagi, klinik ya baru buka pukul 08.30. Sampai di klinik, penglihatannya sudah nol. Begitu ke rumah sakit, dokter sudah tak bisa memberikan tindakan apa-apa untuk menyembuhkan,” kata Firmansjah bercerita.

Sambil menuju instalasi rawat darurat (IRD) rumah sakit terdekat, lakukan pertolongan pertama. Caranya, bernapas di dalam kantong kertas.

Dengan begitu, pasien akan banyak menghirup CO2 dan merangsang vasodilatasi (pelebaran pembuluh darah). Plak yang membuntu pembuluh darah bisa terlepas.

“Secara teoretis, hal itu bisa membantu penyumbatan. Tapi, tetap harus segera ke RS,” kata Firmansjah.

Untuk pasien CRVO, kesembuhan bergantung pada seberapa parah gangguan penglihatan saat pasien datang ke dokter. Semakin ringan gangguannya, kemungkinan kembali seperti semula akan semakin besar.

“Gangguannya beda dengan mata minus, jadi tak bisa dibantu dengan kacamata,” tutur Firmansjah.

Setelah melewati beberapa tahap pemeriksaan, pasien CRVO biasanya akan mendapatkan perawatan laser retina untuk membantu pemulihan.

(Fajar/PE)

Click to comment

BERITA POPULER

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!