Sebelum Penyiraman, Ini yang Terjadi di Sekitar Rumah Novel Baswedan – Palu Ekspres
Nasional

Sebelum Penyiraman, Ini yang Terjadi di Sekitar Rumah Novel Baswedan

Novel Baswedan. Foto google image

PALU EKSPRES, JAKARTA – Aksi penyiraman air keras oleh dua orang tak dikenal terhadap penyidik senior Komisi pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan, menambah rentetean upaya pelemahan KPK.

Sebelum aksi penyiraman pada Selasa pagi tadi (11/4), para pelaku sudah mengincar Novel beberapa hari sebelumnya.

Menurut Tim Investigasi Masyarakat Sipil, Novel Baswedan telah lama diintai oleh pelaku yang menyiramnya dengan air keras.

Informasi dari para tetangga yang melihat banyak orang mencurigakan atau asing di sekitar tempat tinggal Novel di Jalan Deposito Nomor T/8, RT 003/010, Pegangsaan Dua, Kelapa Gading, Jakarta Utara.

“Novel Baswedan sudah diprofil sejak beberapa hari sebelum kejadian,” kata Haris Azhar, juru bicara Tim Investigasi Masyarakat Sipil, di Gedung KPK, Selasa, (11/4).

Haris mengatakan banyak orang tidak dikenal sudah berada di sekitar Novel selama berhari-hari. Bahkan orang-orang ini kerap mengikuti aktivitas ibadah Novel.

“Jadi saat Novel salat di masjid, mereka ikut,” katanya.

Menurut Haris, penyerang Novel memiliki informasi yang sangat detail mengenai aktivitas Novel. Selain itu, ia menduga serangan dilakukan terorganisir dengan pembagian tugas yang sangat spesifik.

“Ada yang mengamati sehingga saat Novel keluar beberapa detik langsung dimanfaatkan. Artinya ada informasi yang valid,” ujar dia.

Novel Baswedan keluar dari Masjid Jami Al Ihsan, Kelurahan Pegangsaan Dua, Kelapa Gading, Jakarta Utara saat para jamaah salat subuh masih berdoa dan zikir, sehingga tidak banyak jamaah yang keluar bersamanya.

Haris menuturkan situasi saat itu sangat gelap. Pelaku menggunakan motor dan helm. Hebatnya, pelaku bisa mengarahkan air raksa ke mata dan muka Novel dalam sekali siram. “Serangan dilakukan secara profesional,” katanya.

Novel lantas membuka baju panjangnya. Sambil lari mencari air, ia meminta tolong. “Semula Novel mengira penyerang adalah tetangga yang akan menyapa,” kata Haris.

Lokasi penyerangan berjarak dua rumah dari kediaman Novel. Sedangkan Masjid Jami Al Ihsan berselang empat rumah dari rumah Novel. Dia berlari kembali ke masjid untuk mendapatkan air dan pertolongan. Saat berlari itu, Novel menabrak pohon karena tak dapat melihat setelah kedua matanya terkena siraman air keras.

(MS/Palu Ekspres)

Click to comment

BERITA POPULER

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!