Saldo Perusda Palu Tersisa Tinggal Rp22 Ribu – Palu Ekspres
Palu

Saldo Perusda Palu Tersisa Tinggal Rp22 Ribu

SERAHKAN LAPORAN - Mantan Dirut Perusda periode 2013-2016, Hidayat menyerahkan laporan pertanggungjawaban dan dokumen aset kepada Pelaksana tugas Dirut Perusda 2017-2020, Suarman, disaksikan Sekkot Palu, Rabu 30 Agustus 2017 di ruang kerja Sekkot. foto HAMDI ANWAR/pe

PALU EKSPRES, PALU – Pemerintah Kota (Pemkot) Palu resmi menerima laporan pertanggungjawaban (LPj) dan dokumen aset perusahaan daerah (Perusda) Kota Palu periode 2013-2016. Rapat serah terima digelar di ruang kerja Sekkot Palu, Asri, Kamis 30 Agustus 2017.

Terdapat 19 uraian daftar dokumen dan aset dalam surat berita acara serah terima. Antara lain dokumen LPJ 2017 yang memuat laba rugi dan neraca, buku cek BNI-BTN, Sertifikat induk perumahan walangguni permai, perjanjian kredit eskavator di BTN, dua unit alat berat eskavator serta mobil avansa, hilux dan vios.

IUP eksplorasi emas Donggala, IUP biji besi di Parigi Moutong, IUP batu bara di Kabupaten Sigi, IUP galian C di Kelurahan Lambara. Kemudian akte notaris saham perusda di 5 perusahaan reklamasi, arsip memorial 2016, arsip kas keluar 2015 dan 2016, arsip kas masuk 2015 dan 2016, master plan reklamasi pantai talise, RAB reklamasi pantai talise, laporan hasil advokasi reklamasi serta laporan polisi tentang kebakaran kantor Perusda tahun 2015.

Namun dalam buku besar standar keuangan Perusda per 1 Januari sampai dengan 31 Juli 2017, saldo perusda yang akan mutasi ke direksi Perusda baru hanya sebesar Rp22.709.00. Sementara saldo awalnya hanya tercatat sebesar Rp106.898.00 sedangkan saldo akhir hanya sebesar Rp129.607.00.

Terkait dengan sisa saldo tersebut, mantan Direktur Operasinal Perusda Taufik Kamase menjelaskan, nilai aset tak boleh disandarkan pada saldo keuangan Perusda tersebut. Menurutnya nilai aset perusda sebenarnya mencapai kurang lebih Rp200 miliar.

“Itu jika dikonversi penyertaan modal kep perusda dari lima perusahaan reklamasi,”jelasnya.  Yang perlu dilihat juga terang Taufik adalah nilai piutang yang saat ini belum tertagih dari bidang usaha yang dijalankan Perusda. Piutang itu menurutnya hampir mencapai Rp2miliar lebih dan harus dibayarkan ke Perusda. “Tak ada kendala untuk piutang itu. Kami hanya terkendala karena April 2017 kami sudah demisioner. Dan belum bisa melakukan maksimal,”terangnya.

Taufik juga mengklarifikasi soal isu penolakan Sekkot Palu terhadap serahan LPJ perusda pada rapat bersama Sekkot Palu pada Selasa 22 Agustus 2017 silam. Saat itu Sekkot diberitakan menolak LPJ karena pihaknya hanya membawa selembar kertas.

Padahal rapat itu baru sebatas koordinasi awal bersama Sekkot terkait rencana rapat serah terima LPJ akhir masa jabatan. Memang belum menyerahkan dokumen lengkap. “Makanya kami memang hanya membawa selembar kertas. Karena itu baru sebatas koordinasi. Hari ini (rabu-red) baru rapat serah terima yang sebenarnya,”jelas Taufik. Perusda tambah Taufik, merasa tidak perlu melaporkan LPJ itu kepada DPR Palu. Karena kewajiban Perusda hanya melapor kepada walikota.

Karena itu jika nanti DPR juga berencana mengundang Perusda direksi lama dengan maksud yang sama, maka pihaknya akan berkoordinasi dahulu dengan walikota. “DPR hanya pengawasan bukan budgeting. Maka itu kami melapor LPJ kepada walikota sebagai pemilik saham 100persen,”pungkasnya. Sekkot Palu, Asri berharap Perusda kedepan dapat bekerja lebih maksimal oleh direksi perusda baru.

“Yang paling penting itu, koordinasi. Direksi lama harus membuka diri ke direksi baru terkait informasi yang dibutuhkan nanti,”harap Sekkot. Struktur Direksi Perusda Kota Palu periode 2017-2020 antara lain, pelaksana tugas (Plt) Direktur utama yakni Suarman. Saifuddin Malik sebagai Direktur Administrasi dan keuangan dan Zulkifli Kasman sebagai direktur operasional. Sedangkan direksi perusda lama antara lain Hidayat sebagai direktur utama, Taufik Kamase, direktur operasional dan Fujiati sebagai staf keuangan.

(mdi/Palu Ekspres)

Click to comment

BERITA POPULER

To Top