Rusia Dihantam Dua Bom, Warga: Kekasih Saya Melihat Tubuh Orang-orang Hancur – Palu Ekspres
Internasional

Rusia Dihantam Dua Bom, Warga: Kekasih Saya Melihat Tubuh Orang-orang Hancur

PALU EKSPRES, RUSIA – Negeri Beruang Merah kembali dihantam teror bom. Aksi biadab itu kembali menyerang Kota St Petersburg, Rusia.

Ledakan bom itu mengakibatkan setidaknya 12 orang tewas dan puluhan lain luka. Kejadian itu terjadi di dua lokasi yang berbeda. Salah satu ledakan terjadi di stasiun kereta api Sennaya Ploshchad.

Di lokasi itu setidaknya 50 orang termasuk anak-anak terluka. Insiden tersebut terjadi bertepatan dengan kedatangan presiden Rusia Vladimir Putin di St Petersburg.

Kedatangan Putin di kota kelahirannya itu dalam rangka pertemuan dengan Presiden Belarusia. Informasi mengenai tragedi itu pun sudah sampai ke Putin.

“Saya sudah berbicara dengan pemimpin pasukan khusus Rusia. Mereka sedang menyelidiki insiden itu,” katanya.

Putin juga mengucapkan berbelasungkawa untuk para korban dan keluarga yang ditinggalkan.

“Ada korban tewas dan terluka, ini adalah tragedi bagi Rusia,” sambungnya.

“Sumber ledakan masih belum jelas. Kami mencari semua kemungkinan, terorisme dan kejahatan umum.”

Sebelumnya disebutkan kalau ada dua ledakan terjadi di stasiun bawah tanah. Pertama di stasiun Sennaya Ploshchad sebelum kemudian bom kedua meledak di pemberhentian Sadovaya pada pukul 14.40 waktu setempat Senin (03/4) atau 18.40 WIB.

Namun Andrei Przhezdomsky , kepada Komite Anti-Teror Nasional Rusia menegaskan kalau hanya ada satu ledakan.

“Ledakan terjadi di kereta ketika kereta berjalan dari Sennaya Ploschad dan Tekhnologichesky Institut,” katanya kepada Rossiya 24 TV.

Kantor Jaksa Penuntut Umum Rusia sudah menyebutkan kalau itu adalah aksi terorisme.

“Dalam waktu dekat kami akan mendapatkan informasi mengenai insiden terorisme ini. Termasuk motif dan pelaku,” kata Alexander Kurennoi juru bicara Jaksa Penuntut umum kepada kantor berita internasional Rusia RT.

Seorang saksi mata kepada Russia’s Life News mengisahkan tragedi itu berlangsung cepat.

”Orang-orang bersimbah darah. Rambut mereka terbakar. Kami diminta untuk keluar kereta karena kereta pun terhenti. Kami semua berlarian,” katanya. ”Kekasih saya melihat tubuh orang-orang hancur,” sambungnya lagi.

Situs Life News menunjukkan pintu kereta api yang hancur dan orang-orang bergeletakkan di lantai.

Kepala Metro mengatakan kalau ledakan yang kemungkinan dari perangkat peledak berada dari dalam kereta.

Sennaya Ploshad adalah salah satu stasiun bawah tanah utama di St Petersburg.

Di sana, ada tiga jalur underground terhubung. Stasiun itu berada di bawah pusat perbelanjaan Sennaya sekaligus markas Gazprombank, bank terbesar ketiga Rusia.

(Fajar/PE)

Click to comment

BERITA POPULER

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!