Rendi Lamajido Berdayakan Nelayan Kepiting Bakau di Touna, Targetnya… – Palu Ekspres
Daerah

Rendi Lamajido Berdayakan Nelayan Kepiting Bakau di Touna, Targetnya…

Rendi Lamajido saat menyerahkan bantuan Kepada kelompok nelayan Desa Sabo, Kabupaten Tojo Unauna. Foto Istimewa

PALU EKSPRES, TOUNA – Anggota Komisi V DPR RI H. Rendy Lamdjido, memberikan dukungan penuh atas program pemberdayaan nelayan dibidang pengembangan Kepiting Bakau di Kabupaten Tojo Una-una (Touna).

Dukungan tersebut diberikan untuk membantu peningkatan pemberdayaan masyarakat nelayan di Provinsi Sulawesi Tengah, khususnya di Kabupaten Touna untuk peningkatan perekonomian masyarakat.

Untuk mendukung jalanya program pemberdayaan kepiting bakau, anggota DPR RI Dapil Sulteng ini  menjalin kerja sama dengan pihak Bank BRI Cabang Kota Palu, STIE Panca Bakti Palu dan Yayasan Crad Bold Indonesia.

Dukungan tersebut disampaikan langsung oleh H. Rendy Lamdjido saat membuka kegiatan Launching Gred Bold Kepiting Bakau, yang digelar di  Desa Shabo, Kecamatan Ampana Tete, Kabupaten Tounabaru-baru ini. Kegiatan tersebut dihadiri puluhan nelayan penerima bantuan Gred Bold.

Saat dikonfirmasi H. Rendi Lamdjido mengungkapkan, bahwa dirinya telah lama mengenal Kepiting bakau ini, namun mulanya politisi PDIP ini belum tertarik untuk mengembangkannya.

Tetapi setelah melakukan pertemuan dengan yayasan Gred Bold yang bergerak di pengembangan kepiting bakau, ia kemudian optimis jika ini dikembangkan di Provinsi Sulawesi Tengah khususnya di  Touna berpeluang untuk berkembang.

“Di Kabupaten Touna ini punya hutan mangrove yang luas, jika ini diberdayakan untuk mengelola kepiting bakau, maka saya yakin tingkat kesejahteraan masyarakat akan tercapai,” katanya.

Untuk diketahui lanjutnya, telah banyak program budidaya yang digelontorkan ke masyarakat, baik itu program budidaya ikan maupun jenis lainnya, namun itu hanya sebatas seremoni yang habis begitu saja.

“Ini yang tidak saya inginkan sehingga saya berkesimpulan harus bertekad mengembangkan programp Gred Bold, yakni pengembangan kepiting bakau dalam bola plastik, sebab saya telah melihat bagimana hasilnya,” ujarnya.

Untuk tahap awal, katanya, ia telah menjalin kerja sama dengan  Bank BRI untuk meluncurkan anggara sebesar Rp1 Miliar, khusus untuk program pengembangan Gred Bold, sebagai uji coba pengembangan kepiting Bakau dalam bola, yang saat ini telah dibagi di 10 Desa di Kabupaten Touna.

“Jika ini berhasil, tahun 2017 ini sebanyak Rp5 Miliar anggaran APBN siap diluncurkan, jadi Rp5 Miliar tersebut  diprediksi sebanyak 50.000 Gred Bold di Sulawesi Tengah akan turun, itu bersumber dari anggaran APBN, dan yang terbesar adalah Tojo Una-Una sekitar 20.000 sampai 25.000 Krep Bold,” tegasnya.

Terkait dengan pembeli, kata dia, warga tidak perlu khawatir sebab pembelinya sudah dipersiapkan, bahkan siap menampung berapa ton yang dihasilkan oleh warga. Karena, sejak jauh hari  telah dipersiapkan semuanya sebelum  launching kegiatan pengembangan kepiting bakau.

Ia berharap agar masyarakat yang telah menerima bantuan Krep Bold saat ini, harus benar-benar berkomitmen untuk menjalankan budidaya kepiting ini sehingga mampu memberikan dampak ekonomi kepada masyarakat.

Ia  tidak ingin masyarakat hanya menjadi obyek dan korban janji politik ketika pentas politik berlangsung.  Masyarakat hanya diiming-imingi kesejahteraan, ketika tujuan mereka (politisi) tercapai, bagitu pembangunan ada para politisi kemudian berkata bahwa itu atas perjuangannya.

“Untuk apa kita harus bicara seperti itu, sebab itu sudah merupakan tanggung jawab kita selaku perwakilan masyarakat, saat ini sudah seharusnya kita bergandengan tangan untuk benar-benar membantu masyarakat dibidang pemberdayaan agar cita-cita masyarakat tercapai,” imbuhnya.

(mg3/Palu Ekspres)

Click to comment

BERITA POPULER

To Top