Rektor Untad: Tolak UKT Mahasiswa yang Sulit Dibina – Palu Ekspres
Pendidikan

Rektor Untad: Tolak UKT Mahasiswa yang Sulit Dibina

PALU EKSPRES, PALU – Rektor Universitas Tadulako (Untad), Prof. Dr. Muhammad Basir Cyio menegaskan kepada para jajarannya, untuk memberikan sanksi tegas, kepada mahasiswa yang dinilai sulit untuk diberikan pembinaan. Sanksi tegas tersebut, berupa penolakan pembayaran Uang Kuliah Tunggal (UKT), atau yang selama ini dikenal sebagai uang semester.

Selain itu, Rektor juga kembali mengingatkan terkait pentingnya pembinaan secara khusus, kepada para mahasiswa yang tidak serius menyelesaikan studinya di Untad. Hal ini disampaikan Rektor, dalam amanatnya saat melantik para Wakil Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Untad periode 2017-2021, di Media Center Untad, Senin 3 Juli 2017.

“Selama ini kita memberikan skors kepada mahasiswa, tapi uang semesternya kita terima. Makanya, ke depannya biar adil, mahasiswa yang diberi sanksi UKT-nya jangan diterima. Dengan begitu, secara sistem namanya tidak muncul ketika ingin membayar UKT,” jelas Prof. Basir.

Rektor menambahkan, untuk mahasiswa yang dinilai yang sulit diberikan pembinaan, namun telah membayar UKT, akan dikembalikan UKT-nya pada semester berjalan, kemudian ditolak untuk semester berikutnya.

“Artinya Untad tidak akan membebankan mereka, tapi tentu konsekuensinya mereka tidak bisa menuntut hak sebagai mahasiswa. Oleh karena itu, ke depan ini sasaran kita sebagai pembinaan anak-anak kita,” tandasnya.

Pada kesempatan tersebut, Rektor melantik Dr. Muhammad Khairil sebagai Wakil Dekan FISIP bidang Akademik, menggantikan Dr. Muhammad Nawawi. Kemudian Dr. Andi Mascundra Amir sebagai Wakil Dekan FISIP bidang Umum dan Keuangan, menggantikan Dr. Hj. Mustainah. Serta Dr. Intan Kurnia sebagai Wakil Dekan FISIP bidang Kemahasiswaan, menggantikan Dr. Muhammad Marzuki.

Selain para Wakil Dekan FISIP, Rektor juga berkesempatan melantik para pejabat struktural Eselon Iva, dan pengukuhan Pengelola UPT Komisi Disiplin Untad.

(abr/Palu Ekspres)

Click to comment

BERITA POPULER

To Top