Rekonstruksi, Manda Mengalami Fase Kritis di Adegan 43 hingga 46 – Palu Ekspres
Palu

Rekonstruksi, Manda Mengalami Fase Kritis di Adegan 43 hingga 46

DIPERAGAKAN POLWAN - Yohanes alias Yon (baju orange) membelitkan selendang kepada polwan cantik - peraga Manda istrinya, pada rekonstruksi di Polres Selasa 12 April 2017. Foto KIA/PE

PALU EKSPRES, PALU – Kepingan lakon rekonstruksi, akhirnya berhasil merangkai cerita pilu, tentang bagaimana seorang Yohanes Sandipu alias Yon menghabisi istrinya, Maria Yeane Agustuti alias Manda, pada pagi malang Jumat 17 Maret 2017.

Dibalut baju tahanan orange, Yohanes terlihat sehat. Badannya bugar, tatakan rambutnya rapi. Sorot matanya tajam. Sesekali matanya mendelik, untuk memastika arahan aparat Reskrim  Polres Palu yang menggelar rekonstruksi di aula Polres Palu Selasa (12/4).

Rekonstruksi dimulai pukul 10.00 wib, nyaris berdekatan dengan waktu saat dimana mantan wartawan Palu Ekspres itu meregang nyawa di tangan orang yang mestinya menjaga dan menyayanginya.

Plot cerita dimulai saat pria asal Poso Pesisir itu, memasuki kamar lalu terlibat pembicaraan dengan istri yang dinikahinya sekira 7 tahun silam.

Pangkal peristiwa tragis itu, tampaknya dimulai pada adegan 16 dimana suami istri ini  terlibat dalam diskusi serius mengarah ke cekcok yang kemudian berganti pada lakon berikutnya pada adegan 17, dimana Manda menggampar halus suaminya dengan telapak kanannya.

Saat cekcok  berlangsung adik korban bersama istrinya mendatangi kediaman Manda dan Yon. Ini tergambar pada adegan ke 18 dan 19, dimana sang adik menemui Yon di kamar lalu keduanya terlibat diskusi serius.

Pada lakon 23 ketika adik Manda yang juga saksi dalam kasus ini kembali ke rumahnya, setelah memastikan cekcok Manda dan suaminya mereda.

Saat itu tinggal Yon dan Manda di rumahnya. Praktis, adegan demi adegan yang diperagakan tinggal berdasarkan klaim Yon. Pagi harinya, 17 Maret 2017, pada adegan 39 dan seterusnya dari sini dengan pelan dan pasti, almarhuma Manda sudah menuju detik-detik krusial dalam hidupnya.

Dimulai dari keduanya yang sedang di dalam kamar. Lalu ada sejumlah percakapan. Pada adegan 41 dan 42, terlihat Yon yang menyampirkan selendang milik istrinya di bahu,  berdiri dalam posisi  berhadapan.

Berlanjut pada gerakan  43,  Yon kemudian meraih selendang yang biasa digunakan Manda saat liputan, dan melilitkan di leher dengan satu kali lilitan. Pada adegan ini, Manda sudah tinggal berjarak beberapa detik dari ajalnya, terlihat melemah.

Sosok Manda yang diperankan Polwan cantik, tampak tidak melakukan perlawanan. Pada posisi itulah, Yon makin menguatkan tarikan selendang yang melilit leher istrinyanya. Tarikannya bahkan  makin kuat dan kuat ketika memasuki adegan ke 44 dan 45 hingga 46.
Di titik ini, Yon sempat diminta mengulangi lagi adegan itu, untuk memastikan bagaimana lilitan selendang maut itu membawa Manda menemui ajalnya.

Adegan selanjutnya adalah Yon membopong tubuh istrinya yang lunglai ke kasur, menyelimutinya dengan posisi  miring. Adegan selanjutnya, Yon mengambil uang di tas kemudian meraih kopor lalu menggembok pintu kos dan kabur dengan Honda Beat Pop. Sebelum akhirnya diringkus aparat di kandang ayam di Poso Pesisir sehari setelah kejadian.

Keterlibatan Yohanes alias Yon, menghilangkan nyawa istrinya terhenti di adegan ke 52, saat ia menjinjing kompor kabur ke Poso.

Peragaan selanjutnya digantikan oleh dua adik Manda yang menjadi saksi dan  seorang kerabat Yon. Ketiganya memeragakan saat almarhum Manda dibawa ke rumah sakit Woodward Bala Keselamatan Palu. Di IGD Rumah Sakit BK, dokter menyatakan nyawa Maria Yeane Agustuti tak tertolong lagi.

(kia/Palu Ekspres)

Click to comment

BERITA POPULER

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!