Ratna Dewi: Sulteng Menempa Saya Dengan Baik – Palu Ekspres
Daerah

Ratna Dewi: Sulteng Menempa Saya Dengan Baik

PISAH SAMBUT - Anggota Bawaslu RI, Ratna Dewi Pettalolo menerima hasil evaluasi tahapan Pilkada dari ketua Bawaslu Sulteng, Asrifai, Minggu 30 April 2017 di kantor Bawaslu Sulteng. FOTO HAMDI ANWAR

PALU EKSPRES, PALU – Perjalanan karir Ratna Dewi Petalolo dalam institusi pengawas kepemiluan di Sulteng mengantarnya ke puncak karir, yakni sebagai Anggota Badan Pengawasan Pemilu Republik Indonesia (Bawaslu RI).

Untuk periode 2017 sampai dengan 2021, Ratna Dewi Petalolo akan mengabdikan diri di ibu kota negara. Pengalamannya di sejumlah institusi pengawasan, termasuk Ketua Bawaslu Sulteng, ia yakini akan menjadi modal dasar melaksanakan tugas-tugas pengawasan pemilu yang kini jauh lebih berat.

Dalam suasana haru, Ratna Dewi menyebut kapasitasnya kini menjadi anggota Bawaslu RI diperoleh dengan perjuangan tidak mudah. Dia mengaku tak punya kekuatan lobi untuk itu.

“Namun saya meyakini pada niat untuk mengabdi dengan tulus dan ikhlas,”kata Dewi, sapaan akrabnya dalam rapat koordinasi evaluasi tahapan pengawasan dan temu pisah dirinya, di Kantor Bawaslu Sulteng, Minggu (30/4).

Menurutnya, mengabdi sebagai pengawas pemilu di Sulteng telah memberi banyak pengalaman berharga.  “?Saya begitu terharu karena Palu Sulteng ini telah menempa saya dengan baik. Kini yang harus saya lakukan bagaimana untuk berkontribusi bagi daerah yang saya cintai ini,”kata Dewi.

Modal lainnya adalah keyakinan serta ketulusan bekerja tanpa pamrih. Tapi seberapa besar tujuan hidup itu diarahkan untuk bermanfaat bagi orang lain.

“Itulah modal yang saya bawa ke Bawaslu RI. Saya tak punya modal lobi melainkan pengalaman. Banyak teman baik yang mendoakan. Itulah yang saya yakini mengantar saya dalam karir ini,”sebutnya.

Dewi juga mengaku pekerjaan yang ia hadapi kini tidak mudah karena lingkupnya semakin luas. Setidaknya ada 34 Provinsi dan 500 lebih kabupaten kota dengan beragam problemtika yang belum tentu sama dengan yang ia hadapi di Sulteng.

“Tapi saya punya pengalaman di Sulteng. Tinggal tingkatkan kinerja untuk hadapai tahapan pilkada nanti,”ujarnya.

Begitupun pengalaman kerja dengan mitra penyelenggara Pemilu KPU Sulteng. Ini juga akan menjadi modal baginya untuk membangun kumunikasi dengan KPU RI.

“Kami pernah men DKPP kan KPU Sulteng. Tapi karena kami profesional, hubungan Bawaslu dan KPU tetap harmonis. Pengalaman ini akan saya bawa membangun komunikasi bersama KPU RI,”jelasnya.

Tantangan yang akan dihadapi Bawaslu dengan formasi baru menurutnya cukup berat. Mulai dari tahapan Pilkada serentak putaran 3. Terdiri dari 17 pemilihan gubernur dan sekitar 500 lebih pemilihan bupati dan walikota.

“Ini juga beririsan sekaligus dengan pelaksanaan tahapan pemilihan legislatif 2019 termasuk pemilihan presiden,”jelasnya.

Dewi dalam kesempatan itu memotivasi putra-putri daerah asal Sulteng mengikuti jejaknya. Dewi yakin, potensi sumber daya manusia di Sulteng tidak kalah bersaing jika ada keinginan. Diapun berjanji siap membantu untuk hal itu.

“Saya harap ada lagi putra-putri daerah ini bisa maju kancah nasional. Kalau ada peluang, mengapa tidak,”demikian Dewi.

Staf Ahli Gubernur Sulteng Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik,  Hidayat Lamakarate, menyatakan harapan sama. Bahwa kedepan putra-putri asal Sulteng bisa termotivasi untuk mengabdi di kancah nasional.
“Karena memang, tidak ada satupun orang dari Sulteng khususnya lingkup pemerintahan,”kata Hidayat, mewakili Gubernur Sulteng. Hidayat berharap, dengan kapasitas anggota Bawaslu RI yang dipercayakan kepada Ratna Dewi Petalolo, kiranya bisa membuka jalan bagi orang Sulteng untuk mengabdi di kancah nasional.

“Kiranya ibu Ratna bisa menarik lagi orang-orang kita untuk sama-sama mengabdi di ibu kota negara,”demikian Hidayat.

(mdi/Palu Ekspres)

Click to comment

BERITA POPULER

To Top