Ramadan Sebagai Bulan Tarbiyah – Palu Ekspres
Opini

Ramadan Sebagai Bulan Tarbiyah

Oleh: Taufik. Abd. Rahim, Kepala MAN 1 Kota Palu

Bulan suci Ramadan merupakan bulan yang penuh dengan keberkahan. Oleh karena itu, selaku umat Islam kita dianjurkan, untuk senantiasa meningkatkan amal ibadah dan amaliyah-amaliyah kita, untuk mengisi seluruh aktivitas kita di bulan Ramadan. Salah satunya, dengan bagaimana kita melakukan pembinaan-pembinaan keagamaan, di lingkungan siswa-siswa madrasah.

Bulan suci Ramadan ini adalah bulan Tarbiyah, yakni bulan pendidikan dan penggemblengan, dalam rangka untuk melahirkan generasi-generasi Muslim harapan bangsa ke depan.

Nilai pendidikan yang bisa kita ambil melalui pelaksanaan ibadah puasa ini, yang pertama adalah, melalui ibadah puasa dapat menjadikan para siswa kita, terdidik untuk menjadi orang yang jujur.

Dengan ibadah puasa ini dapat melahirkan kejujuran. Contohnya, ketika kita berwudhu pada siang hari, ada kesempatan bahkan orang tidak melihat kita, bisa saja meminum air wudhu itu, tetapi dengan kita yakin bahwa Allah SWT melihat kita, maka kita tidak melakukannya.

Semangat kejujuran seperti ini, melalui penggemblengan ibadah puasa, mudah-mudahan akan termanifestasikan sampai di luar bulan suci Ramadan. Dalam kehidupan sehari-harinya, anak-anak kita akan terbiasa jujur, baik dalam aktivitas di sekolah, ataupun berinteraksi dengan sesama temannya. Kalau terus dibiasakan, maka kejujuran-kejujuran seperti ini akan melahirkan generasi-generasi pemimpin bangsa yang jujur.

Yang kedua, pendidikan puasa akan melahirkan generasi-generasi yang disiplin. Betapa tidak, dengan didikan puasa kita diatur jam imsak misalnya 04.25 WITA, maka serentak dengan penuh kesadaran, semua orang sudah berhenti makan dan minum, walaupun orang lain tidak melihat, kita disiplin karena sudah diatur jamnya.

Demikian pula ketika berbuka puasa, misalnya pada pukul 18.03 WITA, maka tidak ada yang berani berbuka saat masih 18.00 WITA. Di sini kita diajar disiplin, satu komando ketika azan magrib dikumandangkan kita berbuka bersama.

Ini melahirkan kedisiplinan, yang mudah-mudahan disiplin seperti ini juga, akan termanifestasikan kepada anak-anak kita selama 11 bulan lainnya. Dan ketika ke depan mereka menjadi pemimpin-pemimpin kita, mereka juga akan menjadi orang yang disiplin, tepat waktu menghadiri acara-acara dan sebagainya, karena sudah terbiasa disiplin menggunakan waktu di bulan puasa.

Dua hal utama inilah yang dibutuhkn oleh negeri kita, karena ketika orang disiplin dan jujur, maka Insya Allah akan mengantarkan generasi-generasi terbaik dalam kehidupan bangsa kita ini nantinya. Wallahu A’lam.

 

Click to comment

BERITA POPULER

To Top