PLTU Bentuk 2 Kelompok Usaha Pembuatan Batako Ringan – Palu Ekspres
Palu

PLTU Bentuk 2 Kelompok Usaha Pembuatan Batako Ringan

Sabtu pekan lalu, dua kelompok pencetakan batako ringan berbahan debu hasil pembakaran batu bara PLTU Mpanau mulai memproduksi cetakan.

PALU EKSPRES, PALU – Selain menjadi campuran pembuatan semen, limbah hasil pembakaran batu bara (fly ash/bottom ash) ternyata juga bisa menjadi bahan utama pembuatan batako atau pun pavin blok.

Bahan itu bahkan disebut-sebut menghasilkan cetakan batako yang lebih kuat ketimbang campuran pasir dan semen. Dan tentunya lebih ringan karena tidak menggunakan pasir sebagai bahan utamanya.

Bukan hanya itu, abu hasil pembakaran batu bara pun bisa diolah sebagai campuran pembuatan paving blok.

Demikian penjelasan Kepala Bidang Tata dan Penataan Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Palu, Tatang S Firman kepada Palu Ekspres, Selasa (24/4).

Menurutnya pengolahan abu pembakaran batu bara saat ini sedang dikembangkan untuk limbah debu yang dihasilkan PLTU Kelurahan Mpanau Kecamatan Tawaeli.

Hal itu merupakan salah satu langkah untuk penanganan tumpukan bottom ash di areal PLTU yang belakangan mendapat sorotan tajam.

“Dia (bottom ash) menjadi bahan utama batako ringan. Kualitasnya lebih baik karena memiliki daya rekat lebih dari pasir,”jelas Tatang.

Terkait pemanfaatan , saat ini kata dia, pihak PLTU telah membentuk dua kelompok usaha cetak batako dari warga sekitar area PLTU. 1 kelompok beranggotakan 30 orang.

Kelompok kelompok itu kini bahkan telah mulai memproduksi cetakan batako ringan. Dengan menggunakan material bottom ash yang ada dalam area PLTU.

“Sudah berproduksi pak. Sabtu pekan lalu sudah mulai mencetak,”sebutnya.

PLTU dalam upaya itu memfasilitasi kelompok dalam pengadaan 1 unit mesin cetak batako dan pavin blok. Jika pola ini berjalan sesuai harapan, PLTU menurutnya berencana akan menambah 3 unit mesin cetak. 3 unit ini dipersiapkan untuk pengembangan kelompok usaha bagi warga Kelurahan Kayu Malue, Mpanau dan Kelurahan Lambara.

Saat ini PLTU baru menyediakan  1 unit mesin cetak. Sebenarnya kata dia, jika skenario pemindahan material debu ke Lambara terealisasi, maka PLTU akan mengadakan tiga unit secepatnya. Sebab di lokasi pemindahan rencananya akan dijadikan sebagai tempat pengolahan debu menjadi batako atau pavin blok.

“Tapi karena ada penolakan makanya itu ditunda dulu. Untuk sementara hanya satu unit,”ujarnya.

Satu kelompok yang ada saat ini  beranggotakan 30 orang. Sedikitnya ada 60 warga dalam 2 kelompok mendapat pekerjaan alternatif.

Meski begitu, hasil produksi batako ringan dan pavin blok sejauh ini baru dimanfaatkan oleh anggota kelompok itu sendiri. Sambil menunggu upaya kerjasama penjualan hasil produksi yang kini tengah diupayakan bersama.

“Ada rencana Pemkot untuk bekerja sama dengan pihak-pihak developer pengemban perumahan. Yang intinya developer diarahkan untuk membeli hasil produksi cetakan batako yang ada,”tandasnya.

Sementara itu Kepala DLHK Palu, Deny Taufan menambahkan, pemanfaatan limbah yang terpola dengan baik saat ini dilakukan sebuah PLTU di Kabupaten Cilacap. Limbah PLTU disana kini dimanfaatkan masayarakat sebagai bahan utama pembuatan batako ringan.

Dalam situasi itu kata dia ada keuntungan dari kedua belah pihak. PLTU bisa menangani limbah dna masyarakat bisa menambah penghasilan.

“Bahkan disana (Cilacap) masyarakat yang justru membeli material abu dari PLTU yaitu satu ember Rp400,”jelasnya.

Pada bagian lain, Deny menjelaskan Kementerian Lingkungan Hidup Dan Kehutanan (DLHK) mengeluarkan sedikitnya 14 poin rekomendasi kepada PLTU Mpanau. 14 point itu terkait penanganan dampak lingkungan kegiatan PLTU.

“Sudah ada 7 point diantaranya yang sedang berjalan. Namun penanganan yang paling urgensi adalah soal limbah fly ash dan bottom ash. Tapi itu juga sudah mulai berjalan,”jelasnya.

Deny menambahkan, sebelumnya PT PJPP sebagai managemen PLTU baru saja membiayai pengiriman material bottom ash sebesar 7500ton kepada industri semen Tonasa di Sulawesi Selatan.

Rencananya pengiriman material masih akan dilakukan beberapa waktu kedepan.

(mdi/Palu Ekspres) 

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA POPULER

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!