PLN Monopoli, Longki Minta Sistem Kelistrikan Sulteng Berdiri Sendiri – Palu Ekspres
Daerah

PLN Monopoli, Longki Minta Sistem Kelistrikan Sulteng Berdiri Sendiri

Gubernur Sulteng Longki Djanggola

PALU EKSPRES, PALU – Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2002 tentang Ketenagalistrikan telah menggariskan panduan bahwa dalam menyusun rencana ketenagalistrikan Nasional, Pemerintah Pusat dalam hal ini PLN wajib menimbang Rencana Umum Ketenagalistrikan Daerah. Juga harus mendengarkan pendapat serta saran masyarakat.

Demikian diungkapkan Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sulawesi Tengah, Dr. Alimuddin Pa’ada, MS, Selasa (25/4). Presiden Joko Widodo pun pada Rapat Terbatas Kelistrikan Nasional, Rabu, 22 Juni 2016 lalu telah menegaskan agar Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral dan PT. Perusahaan Listrik Negara dapat melibatkan pelaku usaha lokal atau independent power producer yang mempunyai kemampuan teknis dan finansial untuk membangun pembangkit listrik di daerah. Tentu dengan syarat yang tidak menyulitkan mereka.

“Di saat sama, Presiden Joko Widodo juga meminta agar PLN fokus pada pembangunan transmisi dan gardu induk, bukan membangun pembangkit listrik. Namun yang terjadi di Sulawesi Tengah, PLN melakukan tugas berlawanan 360 derajat dengan UU dan Instruksi presiden. PLN lebih fokus membangun pembangkit dan mengabaikan transmisi dan gardu induk,” tandas Alimuddin.

Anggota Dewan dari Partai Gerakan Indonesia Raya itu mengaku tidak habis pikir melihat pola pembangunan kelistrikan PLN. Ia menyebutkan beruntung ada Kalla Group yang menyiapkan transmisi Palu-Parigi-Poso-Tentena. Sementara, transmisi Luwuk-Ampana baru bisa terealisasi pada 2021, karena PLN lebih fokus membangun Pembangkit 40 Megawatt di Luwuk, Banggai.

“Harusnya,  PLN  jangan memonopoli membangun pembangkit Pembangkit Listrik Tenaga Gas di luwuk. Serahkan kepemilikan dan pembangunan PLTMG Luwuk ke swasta, sementara uang PLN yang katanya terbatas dapat digunakan untuk membangun transmisi Luwuk-Ampana sesegera mungkin,” hemat Alimuddin.

Menurut Alimuddin selain ke Ampana, juga dapat dibangun transmisi ke Morowali dan Morowali Utara. Kenyataannya, sampai saat ini masih ada 500 kilometer transmisi di regional Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah dan Gorontalo yang belum terbangun.

Prev1 of 2

BERITA POPULER

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!