PKKMB Untad Bebas dari Kekerasan – Palu Ekspres
Pendidikan

PKKMB Untad Bebas dari Kekerasan

MATERI PKKMB – Para mahasiswa baru Untad, saat menerima salah satu materi PKKMB. FOTO IMAM/PE

PALU EKSPRES, PALU – Program Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Universitas Tadulako (Untad) tahun 2017, telah tuntas diselenggarakan pada Kamis 24 Agustus 2017. Wakil Rektor Untad bidang Kemahasiswaan, Prof. Dr. Jayani Nurdin menyebutkan, penyelenggaran PKKMB sejak Senin 21 Agustus 2017, berlangsung lancar dan tanpa ada catatan negatif, seperti kasus kekerasan terhadap mahasiswa baru (maba).

“Alhamdulillah pelaksanaan PKKMB lancar dan sepanjang pelaksanaan tidak ada kasus kekerasan. Kerja sama antara panitia, security kampus, dan seluruh civitas akademika sangat mensuport keberhasilan kegiatan ini,” kata Prof. Jayani, saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (24/8).

Prof. Jayani menjelaskan, pelaksanaan PKKMB tahun ini pada prinsipnya berbeda dengan pelaksanaan orientasi akademik (ormik) pada tahun-tahun sebelumnya.

“PKKMB ada perbedaan prinsip dibanding Ormik, di PKKMB banyak materi tentang cinta tanah air, bela negara, anti narkoba, deradikalisasi dan sebagainya. Kalau dulu di ormik, semata-mata pengenalan lembaga,” jelasnya.

Namun ia melanjutkan, bukan berarti pengenalan lembaga kampus kepada maba dihilangkan. Kesempatan tersebut diberikan pada dua hari pra-PKKMB, yang digelar pada 18 dan 19 Agustus 2017 lalu.

“Kita siapkan dua hari sebelumnya pra PKKMB, memberi kesempatan pengenalan lembaga-lembaga kampus,

Dalam pelaksanaan PKKMB, yang terbagi dalam dua hari di tingkat Universitas dan dua hari di tingkat Fakultas, pihak panitia mendatangkan para pemateri dari berbagai instansi terkait. Di antaranya Kementerian Agama, Badan Narkotika Nasional (BNN), Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Korem 132 Tadulako dan Kepolisian.

Prof. Jayani juga menekankan, PKKMB merupakan kewajiban yang harus diikuti oleh maba Untad. Bagi maba yang belum berkesempatan mengikuti PKKMB pada tahun ini, diwajibkan untuk mengikuti lagi pada tahun depan.

“Ada sekitar 40 sampai 60-an mahasiswa tidak ikut, ada juga yang tidak ikut sehari kita gugurkan, dan diwajibkan untuk ikut tahun depan. Ini sifatnya wajib, karena kalau tidak ikut maka tidak mendapatkan piagam PKKMB, padahal itu dibutuhkan sebagai salah satu syarat ketika mau kliring nilai nantinya,” pungkasnya.

(abr/Palu Ekspres)

Click to comment

BERITA POPULER

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!