Perlu Tabayun untuk Hindari Penyebaran Berita Hoaks – Palu Ekspres
Daerah

Perlu Tabayun untuk Hindari Penyebaran Berita Hoaks

BERI SAMBUTAN - Karo Humas dan Protokol Pemprov Sulteng, Ridwan Mumu bersama pengurus PWI Pusat dan Sulteng dalam pembukaan UKW PWI, Sabtu 22 April 2017 di Amazing hotel Palu. FOTO HUMAS PEMPROV SULTENG

PALU EKSPRES, PALU – Hoaks atau berita bohong menjadi perhatian khusus jajaran pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI). Berita hoaks yang saat hampir setiap detik disajikan melalui media sosial harusnya menjadi musuh bersama khususnya bagi wartawan itui sendiri.

Berita hoaks ungkap Ketua Bidang Derah PWI Pusat,  Ayala S Depari menjadi permasalahan yang kerap kali dijumpai wartawan.

“Mengenai berita bohong (Hoax) kita jangan sampai terjebak. Dan ini merupakan musuh bersama,”tegas Ayala dalam pembukaan uji kompetensi wartawan (UKW) Sulteng, Sabtu 22 April 2017 di Hotel Amazing Palu.
Menurut Ayala yang saat itu hadir mewakili Ketua PWI Pusat, penting bagi wartawan memiliki kemampuan untuk menangkis berita bohong (Hoax). Salah satunya melalui UKW.

Diapun menyarankan kepada wartawan agar dalam menyajikan karyanya sebaiknya dengan cara Tabayun. Yakni apakah sebuah berita ketika terbit nanti akan lebih banyak memberi manfaat ataukah lebih banyak memberi madharat.

“Dan saya ulangi Kawan kawan wartawan juga harus berada dan mendorong perusahan agar berbadan hukum,”kata Ayala

Pers sebut Ayala merupakan pilar ke demokrasi. Dan UKW di Palu ini sudah bagus setelah digelar kali 3. Masih banyak daerah lain yang masih baru menggelar UKW satu kali.

UKW yang digelar ketiga kalinya di Sulteng ini dihadiri Kepala Biro (Karo) Humas dan Protokol Pemprov Sulteng, Ridwan H Mumu mewakili Gubernur Sulteng.

UKW diikuti oleh 21 peserta. Dari penguji terdapat 3 orang yang berasal dari perwakilan  PWI Pusat.
Ketua PWI Sulteng sekaligus Ketua Pelaksana Mahmud Matangara mengatakan, UKW adalah kewajiban jurnalis. Itu karena tugas wartawan sangat mulia. Menyampaikan kebenaran kepada masyarakat luas.

Ia menekankan kedepan nanti bukan hanya korannya yang diverifikasi. Tetapi manusianya juga. Ia pun menjelaskan PWI adalah lembaga penguji yang sudah teruji. Karena didalamnya  terdapat insan pers dari seluruh media, baik cetak maupun elektronik. Yang saling mengisi dan mengoreksi.

“Bagi kawan kawan Pers agar mendorong pemilik media agar memiliki badan usaha yang jelas sesuai dengan aturan yang ada”. Jelas Mahmud diiringi oleh tepuk tangan para peserta UKW.

Mahmud berharap peserta lulus 100 persen dan meminta wartawan tidak grogi menghadapi ujian.
“Kalau yang lain bisa maka saya harus bisa. Kita ciptakan regenerasi wartawan yang berkualitas,”kata Mahmud.

Karo Humas dan Protokol Pemprov Sulten Ridwan H Mumu dalam kesempatan itu berharap UKW menghasilkan wartawan yang mengerti pentingnya kode etik serta kompetensi wartawan.

“Sudah seharusnya wartawan mempunyai kompetensi yang jelas dan kualitas yang baik. Karena kerja mereka itu mendidik masyarakat” tutur Ridwan.

Ridwanpun berharap wartawan bisa menjadi insan pers yang terpercaya sekaligus dapat dipertanggungjawabkan apa yang diperbuatnya.

Sehingga  kata Ridwan wartawan dapat menghasilkan berita akurat dan berimbang sesuai kode etik dan UU Pers.

(Humas Pemprov)

Click to comment

BERITA POPULER

To Top