Perlu Komunikasi Efektif Orang Tua dan Sekolah untuk Cegah Penyalahgunaan Narkoba – Palu Ekspres
Pendidikan

Perlu Komunikasi Efektif Orang Tua dan Sekolah untuk Cegah Penyalahgunaan Narkoba

Asep Mahfudz

PALU EKSPRES, PALU – Komunikasi yang aktif antara pihak sekolah dan orang tua, dipandang dapat menjadi salah satu langkah efektif, untuk mencegah semakin meningkatnya penyalahgunaan narkotika dan bahan-bahan adiktif lainnya (narkoba) di kalangan pelajar Kota Palu.

Pengamat Pendidikan Sulteng, Dr. Asep Mahfudz mengatakan, sangat penting adanya kerjasama antara orang tua dengan pihak sekolah. Hal ini karena menurut pengamatannya, target peredaran narkoba bagi para pelajar dilakukan pada jam luar sekolah.

“Catatan saya, banyak peredaran narkoba itu bagi para pelajar, justru dilakukan di luar jam sekolah. Olehnya, mohon perkenaannya pihak sekolah peduli terhadap jam-jam ini yang krusial. Juga, kerjasama antara orang tua dengan pihak sekolah, serta masyarakat sekitar menjadi penting,” kata Dr. Asep, medio pekan ini.

Peran orang tua juga penting, lanjut Akademisi Universitas Tadulako ini, karena pengguna narkoba pada usia remaja dan dewasa muda, yakni sekitar 12-25 tahun merupakan usia yang masih sangat membutuhkan perhatian dan kepedulian dari pihak orang tua.

“Karena usia-usia inilah, yang menjadi sasaran pasar pengedar narkoba. Olehnya, dialog antar orang tua dan anak menjadi penting,” imbuhnya.

Pada kesempatan berbeda, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Palu, H. Ansyar Sutiadi menambahkan, perlu ada peningkatan komunikasi efektif antara pihak sekolah dengan orang tua peserta didik.

“Saya selalu sampaikan kepada kepala sekolah agar memerhatikan betul posisi peserta didiknya dengan cara melakukan komunikasi aktif dengan orang tua peserta didik sehingga dapat diketahui keberadaan mereka,” kata Ansyar, Kamis, (19/10).

Dengan adanya komunikasi yang aktif tersebut, maka kedua pihak dapat lebih mengontrol keberadaan para pelajar, utamanya ketika jam sekolah telah usai. Anysar berujar, ketika jam sekolah sedang berlangsung, maka tanggung jawab pengawasan ada di pihak sekolah, sedangkan ketika jam sekolah usai, tanggung jawab beralih kepada orang tua.

“Misalnya ketika mereka tidak berada di sekolah, saya harap kepala sekolah atau guru dan wali kelasnya, bisa memonitor berkomunikasi dengan orang tua siswanya, agar kita bisa tahu di mana mereka berada, dan apa aktivitas mereka saat itu. Jangan sampai mereka tidak ada di sekolah, atau tidak langsung pulang ke rumah,” jelas Ansyar lagi.

Penyalahgunaan narkotika, psikotropika dan bahan-bahan adiktif (narkoba) serta penyalahgunaan obat di kalangan pelajar, akhir-akhir ini cukup menjadi perhatian masyarakat, termasuk di Kota Palu.

Data dari Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Palu, sepanjang Januari-Oktober 2017 jumlah pelajar SMP di Kota Palu yang positif penyalahgunaan narkoba setidaknya berjumlah 703 orang. Sebagian besar dari jumlah tersebut, merupakan penyalahguna obat THD dan lem fox.

“Sekitar sebagian atau setengahnya, sudah kami lakukan rehabilitasi rawat jalan di Kantor BNN Kota Palu. Dari jumlah 703 orang itu, mereka lebih banyak penyalahgunaan THD dan lem fox sekitar 600-an orang, kalau shabu tidak sampai 100 orang, kemudian ganja 2 orang,” jelas Kepala Seksi Rehabilitasi BNN Kota Palu, Nukman Said, ditemui usai memberikan materi di Rapat Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) Kota Palu, Kamis 19 Oktober 2017.

(abr/Palu Ekspres)

Click to comment

BERITA POPULER

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!