Perkuat Koordinasi Pelayanan Korban Lakalantas – Palu Ekspres
Daerah

Perkuat Koordinasi Pelayanan Korban Lakalantas

KOORDINASI – Direktur Lalulintas Polda Sulteng, Kombes Pol Imam Setiawan (kanan), bersama Kepala PT Jasa Raharja Cabang Sulteng, Amiruddin Zein (tengah) dan Kepala Dinas Kesehatan Sulteng, dr. Anshayari Arsyad (kiri), pada rapat korrdinasi pelayanan terpadu korban lakalantas, Kamis 5 Oktober 2017. (FOTO: IMAM/PE)

PALU EKSPRES, PALU – Selama ini masih banyak masyarakat umum yang merasa kebingungan, terhadap pelayanan kepada korban kecelakaan lalulintas (lakalantas) di rumah sakit. Masyarakat dan para petugas rumah sakit, biasanya bingung pada persoalan apakah kecelakaan tersebut, termasuk dalam tanggungan asuransi Jasa Raharja atau BPJS Kesehatan.

Untuk mengatasi kebingunan tersebut, Direktorat Lalulintas Polda Sulteng bersama dengan beberapa instansi lainnya, yakni PT Jasa Raharja Cabang Sulteng, Dinas Kesehatan Provinsi Sulteng dan BPJS Kesehatan, sepakat untuk memperkuat koordinasi dalam melayani korban kecelakaan lalu lintas (lakalantas).

“Kami dari Kepolisian, Jasa Raharja, BPJS dan Dinas Kesehatan, akan bekerja sama dengan beberapa RS di Palu. Tujuan kami, adalah untuk membentuk Pos Pelayanan Terpadu, terkait pelayanan terhadap korban lakalantas. Di mana selama ini, terjadi kebingungan di masyarakat maupun pada petugas RS, antara pemberian pelayanan lakalantas melalui BPJS dan Jasa Raharja, ini terjadi banyak miskomunikasi,” kata Direktur Lalulintas Polda Sulteng, Kombes Pol Imam Setiawan, usai rapat koordinasi di ruang rapat PT Jasa Raharja Cabang Sulteng, Kamis 5 Oktober 2017.

Koordinasi tersebut akan tertuang dalam sebuah aplikasi Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) Penanganan Korban Lakalantas. Aplikasi tersebut, akan menghubungkan seluruh rumah sakit yang bekerja sama, dengan berbagai pihak lainnya, terkait dengan data korban lakalantas yang ditangani di rumah sakit tersebut.

“Pada aplikasi Pos ini, data-data kita akan terintegrasi semuanya di situ, sistem koordinasinya yang akan diperkuat, dalam rangka memberikan pelayanan, sehingga tidak terjadi lagi kebingungan,” imbuh Imam.

Dalam rapat koordinasi yang digelar kemarin, pihak-pihak terkait yakni Ditlantas Polda Sulteng, PT Jasa Raharja Cabang Sulteng, Dinas Kesehatan Sulteng, BPJS Kesehatan, serta beberapa perwakilan rumah sakit (RS Undata, RS Anutapura dan RS Bhayangkara), sedang menyusun Standar Operasional dan Prosedur (SOP), terkait dengan penanganan korban lakalantas di rumah sakit.

“Setelah terbentuk SOP dan segala macamnya semua, kita nanti akan usulkan diberikan surat keputusan, ditandatangani oleh Jasa Raharja, Kapolda, dan Kepala Dinas Kesehatan atau mungkin langsung Gubernur. Dalam SOP tersebut, mekanisme pengajuan klaim asuransi kecelakaan persyaratannya lengkap,” ujar Imam.

Ia menyebutkan, jika aplikasi Posyandu ini dapat segera terealisasi, maka ini akan menjadi yang pertama diterapkan di Indonesia.

Kepala PT Jasa Raharja Cabang Sulteng, Amiruddin Zein mengungkapkan, pihaknya sangat mendukung gagasan yang disampaikan Dirlantas Polda Sulteng. Hal ini menurutnya, akan semakin meningkatkan pelayanan Jasa Raharja kepada masyarakat, khususnya yang menjadi korban lakalantas.

“Mungkin selama ini, banyak masyarakat khususnya korban laka tunggal, bisa dikatakan tidak ter-cover. Di sinilah peran BPJS, begitu laporan polisi sudah ada, sudah bisa langsung ditangani karena ini tidak ditangani Jasa Raharja. Kami akan sangat dimudahkan jika aplikasi ini diterapkan nantinya. Ibaratnya, kalau misalnya sekarang ini kita lari kecepatan 80, dengan adanya aplikasi ini bisa jadi 90 atau bahkan 100,” tandasnya.

(abr/Palu Ekspres)

BERITA POPULER

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!