Peringatan HLUN Tingkat Sulteng Dipusatkan di Tolitoli – Palu Ekspres
Daerah

Peringatan HLUN Tingkat Sulteng Dipusatkan di Tolitoli

PALU EKSPRES, TOLITOLI – Peringatan Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) ke-21 tingkat Provinsi Sulteng 2017 dipusatkan di Kabupaten Tolitoli.

Delapan daerah menghadiri kegiatan peringatan HLUN yang mengambil tema Bermartabat di Usia senja, yaitu Kota Palu, Kabupaten Donggala, Kabupaten Parigi Moutong, Kabupaten Banggai, Kabupaten Sigi, Kabupaten Banggai Laut dan tuan rumah Kabupaten Tolitoli.

Ketua panitia pelaksana HLUN XXI yang juga Asisten Ekonomi Pembangunan dan Kesra Sekretariat Daerah Kabupaten Tolitoli, Muhamad Nur Munawar, dalam sambutannya mengatakan, tujuan pelaksanaan HLUN tahun 2017, yakni melembagakan nilai-nilai sosial masyarakat untuk selalu meneladani dan menghargai keberadaan lanjut usia sebagai pelopor jati diri bangsa dan pemersatu bangsa.

Selain itu, terwujud dan meningkatnya kesadaran para lanjut usia, keluarga dan masyarakat akan arti pentingnya makna kehidupan berbangsa dan bernegara melalui berbagai kegiatan terpadu antara masyarakat dan pemerintah dalam rangka meningkatkan kualitas kesejahteraan lanjut usia.

Sekaitan hal itu, sejumlah kegiatan untuk lansia telah dilaksanakan sejak awal bulan Mei 2017, di antaranya  pelayanan kesehatan gratis dan senam massal lansia, seleksi lansia teladan dan seleksi generasi muda teladan peduli lansia tingkat Provinsi Sulawesi Tengah.

Begitu juga dilaksanakan serangkaian lomba antarlansia dan lintas generasi mulai dari lomba tarian daerah, lomba parade puisi, lomba senam lansia, lomba busana adat daerah, dan lomba lagu mars lansia, serta workshop/seminar lansia tangguh oleh BKKBN Provinsi Sulawesi  Tengah.

Bupati Tolitoli dalam sambutannya yang diwakili oleh Wakil Bupati Tolitoli sekaligus ketua Komda Lansia Kabupaten Tolitoli, H. Abdul Rahman H. Budding, menyampaikan bahwa pola pikir yang terbentuk selama ini bahwa penduduk lanjut usia merupakan kelompok rentan yang hanya menjadi tanggungan keluarga, masyarakat, dan negara. pola fikir seperti ini haru diubah.

“Kita harus menjadikan lanjut usia sebagai aset bangsa yang tetap terus diberdayakan,” imbuhnya.

(Mg6/Palu Ekspres)

Click to comment

BERITA POPULER

To Top