Peringatan 20 Tahun Reformasi, Diskusi Pelanggaran HAM hingga Pameran Foto – Palu Ekspres
Daerah

Peringatan 20 Tahun Reformasi, Diskusi Pelanggaran HAM hingga Pameran Foto

WASPDA ORDE BARU - Suasana diskuksi peringatan 20 Tahun Reformasi di Kampus Unisa, 9 Mei 2018. foto kia/pe

PALU EKSPRES, PALU – Peringatan 20 Tahun reformasi yang ditandai tumbangnya rezim tiran Orde Baru, diperingati secara maraton. Peringatan dilakukan melalui roadshow di sejumlah kampus di Kota Palu.

Roadshow di kampus kampus terkemuka di Sulawesi Tengah diisi dengan diskusi bertema reformasi sistem dan pameran foto. Pameran ini merekam peristiwa tragis yang terjadi secara nasional hingga puncaknya 20 Mei 1998.

Mengawali, peringatan reformasi, malam tadi digelar Kampus Unisa di Jalan Di Ponegoro yang dihadiri, mahasiswa, mantan aktivis 98 yang tergabung dalam Pena 98 hingga diskusi yang menghadirkan eksponesn 98 Yahdi Basma, Ketua Komnas HAM Ahmad Taufiq Damanik dan Kapolda Sulteng. Diskusi HAM mengambil tema dugaan pelanggaran HAM di Tanjungsari Luwuk – Banggai.

Ketua Komnas HAM RI, Ahmad Taufiq Damanik tiap tahun, laporan pelanggaran HAM yang masuk ke pihaknya itu ribuan, terutama tentang konflik Agraria atau pertamnahan. Terkait Kasus Tanjungsari di Luwuk, menurutnya menjadi perhatian khusus, sehingga dirinya harus terjun langsung.

Eksponen 98 Yahdi Basma mengungkapkan, kasus Tanjungsari mengingatkan praktek Orde Baru yang gemar menguasai lahan milik orang lain dengan pendekatan security aproach plus kekuatan pemodal ternyata masih terlihat di jaman reformasi.

Karena itu ia mengajak segenap komponen bangsa khususnya mahasiswa, untuk terus mengawasi sepak terjang kekuasaan yang cenderung abuse of power terhadap rakyat. Bukti kuatnya kekuasaan bermain di kasus itu katanya, bahwa ada kesepakatan tanggal 10 April 2018 yang dihadiri Komisi-III DPR RI, warga Tanjungsari dapat kembali ke tanahnya dengan pengawalan polisi. Tapi faktanya, kesepakatan ini macet di lapangan.

”Ini pekerjaan besar kita. Orang-orangnya mungkin sudah berkurang, tapi pola pikir Orde Baru masih tetap ada,” ujarnya mengingatkan. Usai di Kampus Unisa, kegiatan yang sama akan digelar di IAIN, Unismuh, Kampus STIE serta Untad.

(kia/Palu Ekspres)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA POPULER

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!