Perhatikan 5 Fakta Kebiasaan Tradisional Demi Pertumbuhan Tulang Bayi – Palu Ekspres
Kesehatan

Perhatikan 5 Fakta Kebiasaan Tradisional Demi Pertumbuhan Tulang Bayi

JAKARTA, PE – Banyak mitos di kalangan masyarakat seputar pertumbuhan bayi yang sering dilakukan. Misalnya soal penggunaan kain bedong, pijat bayi, membuat bayi bersendawa, hingga menggunakan bahan herbal saat bayi sakit. Kebiasaan tradisional ini merupakan warisan turun menurun oleh para orang tua.

Namun jangan memaksa bayi untuk mengikuti kebiasaan tersebut saat mereka menangis. Ada pula kebiasaan tradisional yang justru membuat pertumbuhan tulang bayi terganggu saat tumbuh. Dokter Spesialis Anak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Depok dr Siswanto Marudut SpA menjelaskan ada beberapa kebiasaan lama yang dilakukan para orang tua yang harus diperhatikan agar tidak mengganggu pertumbuhan tulang bayi, Minggu (26/2).

Jangan Paksa Bayi Tengkurap dan Duduk

Bayi akan dengan sendirinya berbalik sendiri, tengkurap, duduk, merangkak hingga akhirnya berjalan. Sehingga jangan menggendongnya atau memaksa bayi tengkurap atau duduk jika usianya belum cukup karena akan mempengaruhi pertumbuhan tulang.

Pijat Bayi
Banyak orang tua di masa lalu yang membawa bayi untuk dipijat saat badannya demam atau terjatuh. Cara tradisional ini masih banyak dilakukan. Meski belum ada penelitian soal itu, sebaiknya membawa bayi ke dokter jika ada keluhan.

Roda Berjalan
Roda berjalan atau baby walker sering digunakan sebagai alat bantu agar bayi cepat berjalan. Penggunaan alat ini boleh saja asalkan tidak terlalu lama. Bayi sebaiknya tidak berjam-jam atau setiap hari naik baby walker karena akan mengganggu pertumbuhan tulang.

Kain Bedong
Bayi masa kini seringkali sudah tak betah dibedong. Namun wejangan para orang tua di masa lalu sebaiknya bayi dibedong dengan tujuan agar pertumbuhan kaki saat dewasa menjadi baik. Boleh-boleh saja melakukan ini asal bayi nyaman dan jangan terlalu ketat. Disarankan lebih baik di bagian kaki.

Kain Gurita
Kain gurita sudah tidak disarankan oleh Ikatan Dokter Spesialis Anak. Penggunaan gurita sering membuat bayi sesak. Jika tujuannya hanya ingin menjaga tali pusat lepas tak sembarangan, maka gurita digunakan hanya sampai bagian tali pusat dan dibuat longgar, jangan sampai dada.

(cr1/JPG)

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!