Penggandaan Uang Gaya Kanjeng Asi Ini Lewat…. – Palu Ekspres
Daerah

Penggandaan Uang Gaya Kanjeng Asi Ini Lewat….

Polisi saat konferensi pers pengungkapan kasus penipuan penggandaan uang. (Tumpak Mangasi Tampubolon/Indopos/JawaPos.com)

PALU EKSPRE, TANGERANG – Modus penipuan penggandaan uang dilakukan Kanjeng Asi, 48, warga Kabupaten Tangerang. Kali ini modusnya pengajian dengan korban 115 jemaah. Pemimpin kelompok pengajian ditangkap Satreskrim Polresta Tangerang di rumahnya di Perumahan Bukit Cikasungka, Kelurahan Cikasungka, Kecamatan Solear, Senin pagi (3/4).

Kapolresta Tangerang Kombes Asep Edi Suheri mengatakan, tertangkapnya Asi bermula ketika adanya laporan dari 10 orang jamaah pengajian pada Minggu lalu (2/4). Dalam laporan itu, 10 jamaah itu merasa ditipu setelah daun akasia tidak berubah menjadi uang seperti yang dijanjikan guru pengajian tersebut.

Modus yang digunakan Asi yang dipanggil kanjeng oleh pengikutnya dengan meminta uang Rp 500 ribu hingga Rp 7 juta setiap jamaah sebagai sedekah. Kanjeng Asi berjanji menggandakan uang jemaahnya setelah berdoa tiga malam.

”Pelaku memperdaya jamaahnya agar menyerahkan uang untuk digandakan agar dapat dijadikan modal usaha. Modusnya penggandaan dengan praktik pengajian,” terangnya kepada INDOPOS (Jawa Pos Group), kemarin (4/4).

Lebih jauh Suheri menjelaskan, total kerugian para jamaahnya pengajian Asi ditaksir mencapai Rp 8 miliar lantaran korbannya mencapai 115 orang. Praktik pengajian yang dibuat Kanjeng Asi ini telah berjalan sejak 2015 lalu. Modus operandi sang guru ngaji itu  meminta uang sedekah wajib jamaah untuk dititipkan dan kemudian digandakan dua kali lipat.

Nantinya, uang itu akan digunakan sebagai modal usaha. ”Setelah uang diserahkan, pelaku meminta korban mengajukan proposal dengan nilai Rp 1 miliar agar uang itu dapat digandakan cepat. Kalau total kerugian para jemaah Asi ini mencapai miliaran. Semua masih kami dalami, kami sudah tetapkan guru ngaji ini sebagai tersangka,” jelasnya.

Dari hasil pemeriksaan pihaknya, sambung Suheri , untuk menyakinkan para jamaahnya agar penggandaan uang sukses sang guru pengajian memberikan kardus, amplop dan karung yang berisi daun akasia. Kanjeng Asi menyebutkan jika daun itu akan berubah menjadi uang Rp1 miliar dalam waktu satu minggu setelah dirinya salat selama tiga malam.

”Para jamaahnya percaya karena tersangka menunjukan puluhan lembar uang asing yang berasal dari daun dari hasil salat tiga malam itu. Penyerahan uang sedekah itu memang wajib disetorkan jamaahnya kepada tersangka. Karena seminggu daun itu tidak berubah, maka para korban baru melapor ke kami. Kasus ini lantas kami usut,” ucapnya juga.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polresta Tangerang, Kompol Gunarko menegaskan, saat ditangkap dikediamannya sang guru ngaji itu tidak melawan. Kanjeng Asi ditangkap saat melakukan pendataan jumlah jamaahnya yang telah menyetorkan uang sedekah.

Dari tangan Asi ini disita barang bukti berupa 12 unit mobil, 6 sepeda motor, 80 lembar mata uang Korea senilai 5.000 won, dan 8 koper, 11 jaket, hingga 18 kardus, serta 45 amplop besar hingga 2 buah karung yang berisi daun akasia kering.

”Barang buktinya sudah kami sita, dan sekarang diamankan di ruang penyidik. Semuanya kami dapatkan dari rumah tersangka. Ada juga dokumen dan rekening tersangka yang berisi bukti setoran uang dari 115 jamaah. Tersangka ini sudah melakukan tindak penipuan dan pencucian uang,” terangnya.

Dia juga mengatakan, uang setoran ratusan jamaahnya itu sudah dibelanjakan semua oleh Kanjeng Asi. Guna mempertanggungjawabkan perbuatannya, Asi dijerat dengan pasal 378 KUHP tentang Penipuan dan Penggelapan serta Undang-Undang No 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

Akibatnya, Kanjeng Asi terancam hukuman maksimal 20 tahun penjara. Saat ini, polisi masih terus mendalami kasus yang mirip kasus penipuan Kanjeng Dimas di Jawa Timur yang menghebohkan tersebut.

(cok/yuz/JPG/PE)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA POPULER

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!