Penerapan Aturan Penggunaan Tutup Kepala Siswa Belum Maksimal – Palu Ekspres
Palu

Penerapan Aturan Penggunaan Tutup Kepala Siswa Belum Maksimal

GUNAKAN SAMPOLU – Para peserta didik di salah satu SD di Kota Palu, yang menggunakan tutup kepala sampolu khas Kaili. IST

PALU EKSPRES, PALU – Aturan tentang penggunaan tutup kepala khas daerah setiap hari Kamis, oleh seluruh peserta didik di SD dan SMP di Kota Palu diminta untuk dapat diterapkan secara maksimal, oleh seluruh sekolah. Sejauh ini kata Kepala Dinas Pendidikan Kota Palu, H. Ansyar Sutiadi, sejak adanya Surat Edaran dari pemkot Palu tahun lalu, penggunaan tutup kepala tersebut masih belum maksimal.

Hal ini menurut Ansyar, karena penggunaan tutup kepala tersebut masih sebatas siga bagi laki-laki dan sampoulu, yang merupakan tutup kepala khas suku Kaili. Yang diharapkan ke depannya, adalah para siswa dapat mengenakan tutup kepala berdasarkan asal daerah atau suku masing-masing.

“Bukan hanya siga, tetapi diharapkan tutup kepala berdasarkan budaya daerah asal masing-masing. Misalnya orang Bali memakai udeg, orang Jawa menggunakan blangkon, mengikuti daerah suku asal bapaknya. Ini yang belum dilaksanakan secara maksimal oleh sekolah, karena semua masih menggunakan siga bukan hanya orang kaili,” jelas Ansyar, melalui sambungan telepon, Kamis 11 Januari 2018.

Ia menekankan, hal tersebut sudah dapat diterapkan mulai pekan depan, sesuai dengan harapan dari Wali Kota Palu. Untuk itu, pihaknya akan mengeluarkan imbauan kembali untuk mempertegas maksud dari penggunaan tutup kepala tersebut.

“Jadi hasil evaluasi Pak Wali Kota, harapannya adalah menggunakan semua tutup kepala asal daerah, hari kamis depan sudah dapat di laksanakan di sekolah masing-masing,” imbuhnya.

Ansyar menerangkan, penggunaan tutup kepala khas daerah tersebut, bertujuan agar tertanam nilai-nilai kebhinekaan, nilai-nilai keberagaman dan toleransi, serta nilai kekeluargaan dan gotong royong sejak dini kepada para peserta didik di Kota Palu.

“Ini mencerminkan keragaman budaya di Kota Palu. Jadi harapan kita ini bisa diterapkan, akan tercipta keberagaman dan kebhinekaan di Kota Palu,” tandasnya.

(abr/Palu Ekspres)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA POPULER

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!