Pemuda Tawaeli Berhimpun Dalam FKPT – Palu Ekspres
Daerah

Pemuda Tawaeli Berhimpun Dalam FKPT

MUBES - Sekdaprov Sulteng Hidayat Lamakarate membuka Mubes FKPT, Kamis 10 Mei 2018 di sebuah hotel di Palu. foto hamdi anwar/pemkot/pe

PALU EKSPRES, PALU – Pemuda Kecamatan Tawaeli Kota Palu menghimpun diri dalam sebuah organisasi bernama Forum Komunikasi Pemuda Tawaeli (FKPT). Selain menjalin silaturahim, organisasi pemuda ini dipersiapkan sebagai wadah pembinaan mental dan karakter pemuda menghadapi era globalisasi.

Sebagai tindaklanjut terbentuknya forum, FKPT menggelar musyawarah besar (Mubes) perdana dengan agenda utama pemilihan ketua umum, Kamis 10 Mei 2018. Mubes juga bergenda menyusun program strategis organisasi.

Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Sulteng, Hidayat Lamakarate,mewakili Gubernur membuka Mubes menyebutkan, pembentukan forum itu penting. Karena menurut dia, sejauh ini belum melihat adanya forum khusus tempat berhimpun pemuda Tawaeli.

“Kita ini ada tapi tidak kelihatan. Selama ini kita jalan masing-masing,”kata Hidayat. Menurutnya, melalui forum itu, pemuda Kecamatan Tawaeli harus bisa mengembangkan sumber daya untuk mempersiapkan diri menghadapi persaingan dunia kerja. Era yang dihadapi dimasa mendatang kata dia penuh dengan kompetisi.

“Saat ini jamannya kompetisi. Bukan lagi berdasar hubungan kekeluargaan. Kita tak bisa paksakan keluarga kita untuk kerja kalau kualitasnya tidak memadai,”kata Hidayat. Karenanya melalui forum itu, dia berharap terjadi komunikasi aktif untuk membahas masalah-masalah organisasi. Termasuk masalah yang berkenaan dengan upaya peningkatan kualitas sumber manusia.

“Komunikasikan. Lalu usulkan ke pemerintah. InsyaAllah pemerintah akan membantu sepanjang itu menyangkut upaya peningkatan kualitas,”ujarnya.

Menghadapi era kompetisi, pemuda Tawaeli harus mempersiapkan diri. Jangan terbuai dengan prinsip bahwa negeri ini adalah milik kita. Sebab diera kompetisi itu persaingan semakin ketat. Apalagi di Kecamatan Tawaeli nantinya akan bergeliat pusat ekonomi baru yakni kawasan ekonomi khusus (KEK).

“Apa artinya itu? Kita harus persiapkan diri. Jangan sampai nanti begitu KEK berjalan, kita cuma bisa jadi penonton di negeri sendiri,”ujarnya.

Jangan sampai kata dia, ketika KEK nantinya mulai bergelora, kemudian pemuda disana tidak terserap kerja karena masalah kualitas sumber daya, kemudian menggalang kekuatan untuk melakukan perlawanan.

“Kita jangan terkungkung dengan pemikiran bahwa negeri ini milik kita. Persiapkan diri untuk hadapi era baru itu,”katanya memotivasi.

FKPT tambah Hidayat jangan disia siakan. Dalam forum itu terdapat banyak pemuda Tawaeli yang telah sukses. Diapun mengaku berasal dari sana.

“Komunikasikan ke saya jika ada masalah. Melalui birokrasi itu bisa kita bantu. Sepanjang itu positif untuk mendukung upaya peningkatan kualitas pemuda,”demikian Hidayat.

(mdi/Palu Ekspres)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA POPULER

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!