Pemprov Integrasikan Konservasi SDA Touna – Palu Ekspres
Daerah

Pemprov Integrasikan Konservasi SDA Touna

BUKA RAPAT - Karo Administrasi Pembangunan dan SDA Pemprov Sulteng, Yanmart Nainggolan membuka rapat evaluasi konservasi SDA, Kamis 16 Maret 20w7 di Kantor Bupati Tojo Una-una. BUKA RAPAT - Karo Administrasi Pembangunan dan SDA Pemprov Sulteng, Yanmart Nainggolan membuka rapat evaluasi konservasi SDA, Kamis 16 Maret 20w7 di Kantor Bupati Tojo Una-una

PALU, PE – Pemprov Sulteng melalui Biro Administrasi Pembangunan dan Sumber Daya Alam (SDA) melaksanakan rapat evaluasi terkait upaya konservasi SDA Kabupaten Tojo Una-Una.
Rapat dihadiri stake holder dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait ini digelar di kantor Bupati Tojo Una-una, Kamis 16 Maret 2017.

Karo Administrasi Pembangunan dan SDA Pemprov Sulteng, Yanmart Nainggolan menyebut, obyek SDA di Kabupaten Touna antara lain tanggung jawab dari Balai Taman Nasional Kepulaun Togean, Dinas Pariwisata, Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman dan Lingkungan Hidup, Badan Penanggulangan Bencana, Bappeda, Dinas Pertanian, Dinas PU Sumber Daya Air,  Dinas Kelautan dan Perikanan.

Yanmart Nainggolan menyebut maksud dan tujuan rapat itu antara lain, menghimpun data pelaksanaan konservasi SDA tahun 2017 serta meminimalisir terjadinya tumpang tindih pelaksanaan konservasi SDA di Kabupaten Tojo Una – Una.

Dari rapat itu disimpulkan tugas dan fungsi masing-masing OPD. Misalnya Balai Taman Nasional Kepulauan Togean dan Dinas Pariwisata Kabupaten Touna. Dua OPD ini mempunyai tugas transplantasi terumbu karang di kawasan yang sama.

“Untuk itu disarankan agar dalam pelaksanaannya dapat dilakukan secara bersamaan sehingga berbeda titik lokasinya,”jelas Yanmart membuka rapat.

Dinas perumahan kawasan pemukiman dan dinas lingkungan hidup bertugas pada pos sengketa dikawasan Kepulauan Togean. Namun dua OPD ini masih minim sarana, salahsatunya speed boat untuk pengawasan.

Sementara dinas kelautan dan perikanan juga telah mempunyai pos pengawasan di kepualauan Togean dan telah mempunyai sarana untuk pengawasan.

Selain itu, tahun 2017 melalui Balai Taman Nasional Kepualauan Togean juga akan membangun 6 pos pengawasan. Hal ini harapkan dapat membuat Tim terpadu dalam pelaksanaan pengawasan di Kepualaun Togean.

Menurutnya, konservasi tidak hanya di lakukan di Indonesia saja, namun hampir di seluruh dunia. Pemerhati Lingkungan Hidup tengah sibuk menggiatkannya demi kelestraian alam di sekitarnya.

Konservasi dilakukan sebagai suatu upaya untuk memelihara milik kita dan menggunakan secara bijak.

Konservasi juga bisa disebut sebagai suatu usaha pengelolaan oleh manusia, dalam memanfaatkan sumber daya, sehingga bisa menghasilkan keuntungan secara berkelanjutan untuk generasi manusia dengan tetap menjaga potensinya, untuk memenuhi kebutuhan generasi yang akan datang.

(Humas)

BERITA POPULER

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!