Pemerintah Tak Boleh Hanya Fokus Pembangunan Fisik – Palu Ekspres
Daerah

Pemerintah Tak Boleh Hanya Fokus Pembangunan Fisik

Foto bersama Sekdaprov Sulteng, H Hidayat Lamakarate dalam Lokasabha VIII sekaligus Musda IV Wanita Hindu Dharma Sulteng, Jumat 6 Oktober 2017 di hotel Jaz Palu. HUMAS PEMPROV SULTENG

PALU EKSPRES, PALU – Gubernur melalui Sekdaprov Sulteng Hidayat Lamakarate menyatakan pembangunan fisik daerah saat ini berjalan beriringan dengan upaya pembangunan karakter manusia.

“Pembangunan yang berjalan di Sulteng tidak hanya diarahkan pada pembangunan fisik saja, sehingga mengabaikan pembangunan yang non fisik. Seperti pembangunan sosial dan keagamaan,”kata Hidayat, membuka Lokasabha PHDI ke VIII sekaligus Musda ke IV Wanita Hindu Dharma Indonesia, Jumat (6/10).

Menurutnya, salah satu upaya itu teraplikasi dalam Lokasabha yang dapat memberi dampak kreatif positif serta bertujuan berkontribusi bagi terwujudnya persaudaraan sesama umat manusia dalam kehidupan umat beragama.

Selain juga menjunjung dan menghargai harkat dan martabat dalam keberagaman dalam kehidupan untuk menjaga keutuhan negara Indonesia. Indonesia dalam konstitusinya jelas Sekdaprov mengatur dengan jelas mengenai kebebasan rakyatnya dalam memeluk agama .
Pada Undang-undang Dasar 1945 Pasal 29 Ayat 2 yang berbunyi Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing dan beribadah menurut kepercayaannya itu.

Mewujudkan perintah undang-undang itu, maka Indonesia kata Hidayat adalah bangsa yang sudah sejak lama memiliki kemajemukan. Memiliki konsensus bersama, secara sadar dan serius demi mewujudkan perintah undang-undang tersebut.

Ketua PHDI Pusat, Mayjen (Purn) Wisnu Bawa Tenaya mengimbau umat Hindu di Indonesia senantiasa meningkatkan kualitas keimanan dan juga sumberdaya melalui etika, upacara, dan mengaplikasikan apa yang ada dalam kitab suci di tataran berbangsa dan bernegara.

Ia juga menjelaskan agar Darma Negara terus diperkuat, yaitu mengaplikasikan nilai-nilai pancasila dalam kehidupan sehari-hari. “Berkomunikasi semua anak bangsa dari Sabang sampai Merauke betul-betul raket-taket seperti sapu lidi itu. Bersatu kita teguh bercerai kita runtuh. Maka dikeluarkanlah karakter umat Hindu itu seperti karakternya panca pandawa.
Moralnya bagus darma wangsa, berani seperti bima, pintar kaya arjuna, cerdas arif dan bijak seperti nakula sadewa,”kata Wisnu.

Wisnu juga menyeru generasi muda untuk turut memiliki andil dalam menjaga pluralitas yang dimiliki oleh bangsa ini. Karena pemuda adalah tempatnya semangat, dan di tangan pemuda inovasi dan inisiatif dapat di mulai.

“Para pemuda juga harus dapat menjadi contoh adik-adiknya. Karena ancaman Narkoba dan Radikalisme yang selalu menghampiri bibit bangsa ini. Mereka harus terbebas dari bahaya tersebut. Karena menurutnya pemuda adalah generasi masa depan dan calon pemimpin bangsa, Asta Brata,”demikian Wisnu.

Lokashaba dihadiri seluruh perwakilan umat Hindu dari kabupaten-kota se Sulteng.

(humas)

Click to comment

BERITA POPULER

To Top