Pedofilia Perlu Diketahui, Termasuk Penyebab dan Penanganannya – Palu Ekspres
Kesehatan

Pedofilia Perlu Diketahui, Termasuk Penyebab dan Penanganannya

 PALU EKSPRES, JAKARTA РPedofilia dianggap sebagai salah satu bentuk dari parafilia, kondisi di mana gairah s*ksual dan kepuasan seseorang tergantung pada fantasi yang melibatkan prilaku seksual yang atipikal dan ekstrim.

Pedofilia sendiri dijabarkan sebagai fantasi atau aksi seksual orang dewasa dengan anak-anak berusia 13 tahun atau di bawahnya, baik itu anak perempuan atau pun laki-laki.

Menurut PsychologyToday.com, prevalensi dari kondisi ini tidaklah diketahui, akan tetapi diperkirakan setidaknya terjadi pada tiga sampai lima persen populasi pria. Sementara angka pedofilia pada wanita lebih rendah dari pria.

Berikut tiga kriteria yang menentukan apakah seseorang layak untuk dicap sebagai pelaku pedofilia atau tidak:

1. Berfantasi s*ksual atau aktifitas seksual dengan anak-anak di bawah umur setidaknya dalam kurun 6 bulan.

2. Mereka setidaknya telah menginjak usia 16 tahun dan setidaknya 5 tahun lebih tua dari sang anak seperti disebut di atas.

3. Sebagai tambahannya, diagnosa gangguan ini harus diperlukan untuk memperjelas apakah ia hanya tertarik pada anak-anak di bawah umur atau tidak.

Penyebab

Penyebab dari pedofilia sendiri belumlah diketahui. Namun ada beberapa bukti yang menunjukan bahwa kondisi tersebut dapat diturunkan dari orang tua kepada anak, namun belum dapat dipastikan apakah datang dari genetika atau berdasarkan hasil dari pembelajaran.

Faktor lain yang juga menyebakan kondisi ini adalah ketika terjadinya abnormalitas pada hormon s*ksual pria (serotonin), hanya saja belum dibuktikan melalui studi. Pernah menjadi korban kekerasan s*ksual juga disebut merupakan salah satu faktor penyebabnya, yang juga belum dibuktikan melalui penelitian.

Perawatan

Untuk merawat kondisi ini, dokter biasanya menggunakan obat-obatan termasuk antiangrogen untuk menurunkan gairah seksual dan tidak ketinggalan medroxyprogesterone acetate (Provera) serta leuprolide acetate (Lupron).
Pengguaan selective serotonin reuptake inhibitors (SSRIs) bisa saja digunakan untuk merawat gangguan s*ksual kompulsif. Menyadari akan keberadaan kondisi ini dan memiliki keinginan untuk menangkalnya adalah yang terpenting.

(ruf/fajar)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA POPULER

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!