Panwaslu Segera Menjadi Bawaslu, Keanggotaanya Permanen – Palu Ekspres
Daerah

Panwaslu Segera Menjadi Bawaslu, Keanggotaanya Permanen

TUKAR CINDERAMATA - Pimpinan Bawaslu RI, Ratna Dewi Petalolo memberikan cindera mata kepada Komisioner Bawaslu Sulteng, dalam pisah sambut Bawaslu Sulteng periode 2012-2017 ke periode 2017-2022, Senin 2 Oktober 2017 di Best Western Coco Hotel. foto HAMDI ANWAR /pe

PALU EKSPRES, PALU – Undang-Undang (UU) Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu membawa angin segar bagi jajaran Bawaslu dan Panwaslu. UU yang baru saja disahkan pada 15 Agustus 2017 itu memberi banyak penguatan bagi lembaga pengawasan dalam mewujudkan pengawasan berkualitas. UU ini juga mengatur penguatan terhadap jajaran Panwaslu. Dalam waktu dekat, Panwaslu akan naik status menjadi lembaga permanen, tidak lagi sebagai adhock.

Demikian Pimpinan Bawaslu RI, Ratna Dewi Petalolo dalam acara pisah sambut komisoner Bawaslu Sulteng periode 2012-2017 ke periode 2017-2022.

Berkaitan dengan itu, Ratna menyebut dalam waktu dekat Bawaslu akan kembali menggelar seleksi untuk menambah kekurangan komisoner Bawaslu dan Panwaslu. Karena berdasarkan regulasi itu, Komisioner Bawaslu kemungkinan akan menjadi lima orang.

“Ada penambahan. Kemungkinan akhir tahun ini kami buka seleksi untuk menghadapi Pemilu serentak 2019,”ungkapnya.

UU itu menurutnya juga sekaligus mengatur status kepegawaian kepala sekretariat (Kasek) Bawaslu tingkat provinsi maupun Panwaslu kabupaten kota. Kasek Bawaslu yang awalnya hanya setara pejabat Eselon III akan naik menjadi setara eselon II. Demikian Kasek Panwaslu yang awalnya non eselon menjdi eselon III.

“Namun status saat ini sementara masih adhock. Karena seleksinya masih mengacu pada UU yang lama. Namun akan ada seleksi lanjutan untuk menyesuaikan UU yang baru,”terangnya. Kewenangan Bawaslu menurutnya juga bertambah dengan terbitnya UU tersebut.

Dia mencontohkan untuk pelanggaran administrasi. Selama ini, Bawaslu hanya bisa mengeluarkan rekomendasi jika mendapati adanya pelanggaran. Namun dengan UU tersebut, kewenangan Bawaslu diperluas hingga pada keputusan untuk mendiskualifikasi peserta Pemilu.

“Pengalaman kita, rekomendasi terjadinya pelanggaran administrasi masih melalui proses panjang. Karena harus dilimpahkan lagi kepada KPU untuk tindaklanjutnya,”tandasnya.
Pada bagian lain, Ratna mengingatkan jajaran lembaga pengawas saat ini memang harus dituntut cerdas. Ini untuk menghdapi penggabungan pemilu. Yakni Pemilu Presiden dan Pemilu legislatif tahun 2019 mendatang.

“Ketika itu digabung, maka Bawaslu harus punya kecerdasan tinggi untuk mendeteksi pelanggaran yang terjadi,”katanya mengingatkan. Demikian dengan praktik politik uang. Bawaslu kini juga harus lebih cerdas mendeteksinya. Karena praktik politik uang kini banyak modus.

“Bagaimana mengatasi politik uang yang makin banyak varian. Itu ujicoba yang sangat luar biasa. Ini pertarungan bangsa Indonesia yang harus ditunjukkan jajaran pengawas,”ujarnya.

Kepada Komisoner Bawaslu Sulteng yang baru, Ratna berharap bisa tetap menjaga prestasi yang pernah diukir pendahulunya. Tidak memutus komunikasi untuk saling berbagi pengalaman dengan komisioner sebelumnya. Acara pisah sambut dihadiri Asisten I Pemprov Sulteng Faisal Mang mewakili gubernur.

Ketua dan anggota KPU Palu. Ketua dan anggota KPU Sulteng. Panwaslu kabupaten kota se Sulteng berikut kepala sekretariat Panwaslu. Mantan tim seleksi Bawaslu berikut Timsel panwaslu kabupaten kota.

Karo Humas Pemprov, Ridwan Mumu, serta perwira yang mewakili Danrem dan Kapolda Sulteng. Faisal Mang dalam sambutannya meyebut momentum pisah sambut adalah wadah menjalin silaturahim jajaran pengawas. Jabatan menurutnya boleh berkahir namun pengabdian harus tetap dilaksanakan.

Faisal mengapresiasi komisoner Bawaslu periode sebelumnya. Diang mengaku bahwa komisioner periode lama telah menunjukkan dedikasi dan integritas pengawas. Serta telah banyak lalui tantangan. “Karena itu saya berharap mantan komisioner jangan menutup diri dan putus komunikasi dengan Bawaslu baru,”katanya.

Selama dalam jabatan sebut Faisal, tentu banyak kenangan dan cobaan yang dilalui.Karena menurutnya, posisi Bawaslu memang rentan dengan godaan yang menuntut adanya integritas.
Oleh sebab itu Faisal dalam kesempatan itu mengajak seluruh elemen masyarakat menjaga iklim demokrasi yang kundusif dan matang. Dengan kerjsama yang baik. Konsolidasi intens, akan terwujud pengawasn maksimal di Sulteng. “Terakhir sayapun meminta pimpinan dan anggota Bawaslu baru tetap pertahankan kinerja anggota periode sebelumnya,”demikian Faisal Mang.

(mdi/Palu Ekspres)

Click to comment

BERITA POPULER

To Top