Palu Terima Dukungan Dana Rp1 M untuk FPBTP – Palu Ekspres
Palu

Palu Terima Dukungan Dana Rp1 M untuk FPBTP

BERSAMA CICI DAN KOKO.  Kadis Parekraf Kota Palu, Rosdiana Lalusu berpose bersama para finalis Koko dan Cici Kota Palu, pada acara yang digelar panitia pemilihan Koko dan Cici Palu, pada Sabtu, 4 Juni 2016.

PALU, PE – Pemerintah Kota Palu melalui Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kota Palu, dipastikan akan menerima dukungan dana sebesar Rp1 Miliar dari Kementerian Parekraf untuk penyelenggaraan Festival Pesona Budaya Teluk Palu pada September 2016.

Kadis Parekraf Kota Palu, H Rosdiana Lalusu mengatakan kepastian tersebut diterima Disparekraf Kota Palu seusai rapat dengan salah satu deputi Kementerian Parekraf di Jakarta akhir bulan Mei 2016.

Sehari sebelumnya  pada 30 Mei 2016,  Walikota Palu H Hidayat Msi, melakukan presentasi rencana pelaksanaan FPBTP di Kementerian Parekraf.

“Rencananya festival akan dilaunching  di Kementerian Parekraf Jakarta, “ ujar Rosdiana Lalusu kepada Palu Ekspres, di ruang kerjanya Senin, 6 Juni 2016.

Menurut Rosdiana  sehari setelah presentasi Walikota Palu, Asisten Deputi Kementerian Parekraf  dan Disparekraf Palu melanjutkan rapat hingga kemudian dipastikan Pemkot menerima dana dukungan tersebut. Festival Pesona Budaya Teluk Palu sendiri akan dihelat selama tiga hari yaitu 24-26 September bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun Kota Palu ke 37 tahun.

Menurut Rosdiana, sepanjang jalan Taman Ria hingga Penggaraman akan ditutup sepanjang perhelatan Festival budaya daerah yang sudah dilaksanakan 7 tahun belakangan ini.

“ Nantinya  transportasi yang akan digunakan hanya dokar, atau naik sepeda dan jalan kaki. Sementara kendaraan bermotor dilarang masuk area tersebut,” ujar Ros.
Di sepanjang lokasi akan dibagi dalam 4 Ring kegiatan.

Misalnya, Ring pertama, pemancangan obor sepanjang 7,2 km sepanjang Taman Ria  hingga ke Penggaraman.Di mana obor dipasang sepanjang setiap 10 meter. Di setiap obor akan ada pemukul Gimba atau gendang, lalu ada peniup alat tiup tradisional Lalove.

Ring ke dua, ada sekitar 6-7  titik ritual yang akan digelar acara ritual adat seperti Balia. Hingga Ring ke-4 dibangun panggung-panggung yang akan diisi gelaran tarian dan adat tradional dari beberapa suku yang ada di Kota Palu.

Direncanakan akan ada  7 panggung budaya nusantara, lalu 8 titik gelaran adat yang tersebar dari Taman Ria hingga Penggaraman. “Panggung utama yang akan digunakan nanti di Penggaraman. Open dan close ceremony,” ujarnya.  Pada festival kali ini, Pemkot Palu memang lebih mengangkat  Budaya. Temanya membuka mata dunia menuju Palu Nomoni. Nomoni dalam bahasa  Kaili “Berbunyi”.

Menurut Rosdiana, Walikota Palu, Hidayat Msi, memang memastikan bahwa Palu menjadi kota Destinasi Pariwisata pada tahun 2021 nanti. “Ini sejalan dengan visi dan misi Walikota yaitu Palu kota Jasa, beradab, berbudaya, berlandaskan iman dan taqwa,” ujarnya. Panitia juga menggelar Palu Nomoni Marathon Internasional. (aaa)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA POPULER

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!