PAKAR Sulteng; ‘‘Bangsa Indonesia Terancam Kehilangan Generasi‘‘ – Palu Ekspres
Palu

PAKAR Sulteng; ‘‘Bangsa Indonesia Terancam Kehilangan Generasi‘‘

Ajak Pemerintah dan Masyarakat
Lindungi Generasi Muda

PALU,PE-Maraknya perilaku menyimpang remaja seperti seks bebas, penggunaan narkoba dan obat-obat terlarang serta kenakalan remaja lainnya menjadi ancaman bagi keberlangsungan generasi muda bangsa.
Kondisi kekinian kata Ketua  Pusat Advokasi Kajian Aspirasi Rakyat (PAKAR) Sulawesi Tengah, Alamsyah Hadi Putra menunjukan kondisi generasi muda yang semakin memprihatinkan.

Dari jumlah besar remaja asset bangsa potensial, kata dia beberapa diantaranya berguguran terjerumus dalam narkoba, seks bebas, pornografi, dan budaya kekerasan. Narkoba kini sudah merajalela meracuni pergaulan generasi muda. Pergaulan bebas di kalangan remaja semakin mendekatkan barang haram tersebut dalam kehidupan para remaja. Hal ini terlihat dari meningkatnya penyalahgunaan narkoba dari tahun ketahun. Menurut data Badan Narkotika Nasional (BNN) pada tahun 2011 kata Hadi, jumlah pengguna Narkoba di Indonesia mencapai kisaran 4,32 juta orang dan meningkat menjadi 5,8 juta orang pada 2012. Dari jumlah tersebut, 22 persen penyalahgunan narkoba adalah kalangan pelajar dan mahasiswa yang jumlahnya mencapai 921.695 orang. Para pengguna narkoba di kalangan remaja umumnya berusia 11-24 tahun, yaitu usia produktif dimana seharusnya seorang remaja menuntut ilmu, berprestasi dan berkarya.

‘‘Dampaknya kini banyak generasi muda yang menghadapi kehancuran masa depannya. Apabila tidak ditanggulangi, bangsa inipun terancam kehilangan para penerus bangsa akibat narkoba,“ ujarnya.
Ancaman terhadap keberadaan generasi bangsa pun diperparah oleh budaya kekerasan yang juga semakin akrab dengan remaja. Seolah tidak lagi mencerminkan budaya Indonesia yang dulu tercitrakan sebagai bangsa yang ramah. ‘‘Kini segala sesuatunya kian sering diselesaikan dengan cara kekerasan. Perkelahian antar pelajar, tawuran, kebrutalan geng motor adalah bentuk-bentuk kenakalan remaja yang merugikan diri sendiri dan orang lain,“ kritiknya.

Data Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menyebutkan bahwa pada tahun 2010 tercatat ada 102 kejadian tawuran dengan korban meninggal 17 orang. Sementara tahun 2011 tercatat 96 kasus dengan korban meninggal 12 orang. Adapun tahun 2012 lalu terjadi 103 kasus tawuran dengan jumlah korban tewas 17 orang. “Jika hal ini terus dibiarkan akan berdampak buruk bagi peradaban bangsa ini secara keseluruhan,” ujarnya.

Sementara di sisi lain, laju era globalisasi telah membawa perkembangan informasi, komunikasi, dan teknologi yang luar biasa pesat. Kebebasan akses arus informasi tanpa batas anter nyata juga menimbulkan dampak negative yaitu penyalahgunaan internet dengan maraknya akses porno grafi oleh remaja. Tingginya akses porno grafi berbanding lurus dengan meningkatnya perilaku seks bebas. Mudahnya mengakses tayangan-tayangan yang merangsang nafsu seksual membuat sebagian remaja kecaduan akan tayangan pornografi. Dampaknya, remaja terpacu untuk mencoba apa yang ia lihat dalam tayangan-tayangan tersebut. Hal inilah yang mempengaruhi peningkatan perilaku seks bebas di kalangan remaja.

Survei KPAI juga menyebutkan, 97 persen perilaku seks remaja diilhami pornografi di internet.
Perilaku seks bebas di kalangan remaja ini menghadirkan risiko kehamilan diluar nikah, gangguan kesehatan reproduksi hingga tertular HIV/Aids. Kehamilan di usia muda dapat menyebabkan resiko kematian maternal karena ketidak siapan organ reproduksi. Disamping itu keluarga yang terbina karena kasus hamil di luar nikah sangat beresiko tidak siap mental dalam membina perkawinan yang harmonis dan menjadi orang tua yang bertanggung jawab.

Olehnya, PAKAR Sulteng mengajak seluruh elemen masyarakat bergandengan tangan melindungi kaum muda dari ancaman narkoba dan ancaman lainnya.
Dengan menggandeng SMKN 7 Palu PAKAR Sulteng menggelar seminar Pendidikan dengan tema “Bersatu Membangun negeri ,berkomitmen memberantas narkoba dan bahaya Pornografi, demi terciptanya generasi muda yang berkarakter”. Kegiatan akan digelar hari ini, di aula SMKN 7 Palu, pukul 08.00, Kamis 27 Agustus 2015.
Panitia kegiatan, Wahyu Hidayat berharap melalui dialog ini dapat menjadi suatu terobosan baru ajak generasi muda untuk membentengi diri dari narkoba dan Pornografi.

“Generasi harapan bangsa kini kian akrab dengan budaya kekerasan, narkoba dan seks bebas. Upaya penyelamatan masa depan generasi muda inipun mendesak dilakukan mengingat di pundak merekalah cita-cita bangsa diemban dan menanti untuk diwujudkan,“ ujar Wahyu. (mrs)

Click to comment

BERITA POPULER

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!