PAKAR Kumpul Mahasiswa dan Pemerhati Pertanian Bicarakan Ketahanan Pangan – Palu Ekspres
Daerah

PAKAR Kumpul Mahasiswa dan Pemerhati Pertanian Bicarakan Ketahanan Pangan

PALU, PE – Pembangunan pertanian tanaman pangan telah memberikan dampak positif bagi daerah.
Terutama dalam penciptaan ketahanan pangan penduduk daerah.

Walaupun demikian, berbagai kendala dan tantangan masih terus dihadapi sektor ini.
Mulai dari sektor produktivitas hasil pertanian yang masih rendah, kemudian  pertumbuhan produktivitas yang masih rendah pula, serta kualitas produksi hasil pertanian yang sukar memasuki standar pasar internasional dan pendapatan serta Nilai Tukar Petani (NPT) yang rendah.

Belum lagi ditambah  harga input yang tinggi sehingga menyulitkan petani untuk mengembangkan usaha taninya dan sulit pula mendapat dukungan perbankan dalam hal pengembangan pertanian.

Tantangan-tantangan inilah yang kemudian menjadi perhatian bagi sebuah LSM yang menamakan dirinya Pusat Advokasi Kajian Aspirasi Rakyat (PAKAR) Sulteng

Direktur Pelaksana Program PAKAR Sulteng, Alamsyah mengatakan data yang dihimpun pihaknya, pada  2000 dan 2001 tingkat penyerapan tenaga kerja di Sulawesi Tengah secara umum di dominasi sektor pertanian.
Persentasenya sebesar 67,12 persen.

“Pada tahun 2000 menjadi 68,58 persen. Pada tahun 2001 mengalami peningkatan sebesar 5,09 persen. Sedangkan sektor industri dan jasa mengalami penurunan berturut-turut sebesar 3,14 persen dan 1,17 persen,” jelasnya.

Penurunan jumlah tenaga kerja di sektor industri dan jasa serta meningkatnya jumlah tenaga di sektor pertanian kata Alamsyah menunjukan indikasi adanya peralihan tenaga kerja dari sektor industri dan jasa ke sektor pertanian.

Dengan kata lain perkembangan kondisi perekonomian pada tahun 2000 dan 2001 menyebabkan sektor pertanian menjadi lebih menarik bagi tenaga kerja untuk masuk dan bekerja di sektor tersebut.

“Atau mungkin bisa dibilang bahwa kondisi yang ada menyebabkan tenaga kerja terpaksa beralih jenis pekerjaannya dari sektor industri dan jasa ke sektor pertanian,” sebutnya.

Di sisi lain, dukungan pemerintah dan perbankan untuk sektor ini masih sangat kecil. Karena itulah, Untuk menjawab tantangan tersebut, maka PAKAR Sulteng mengajak semua pihak terkait agar bersama-sama membahas persoalan ini dalam Seminar Ketahanan Pangan yang direncanakan digelar, hari ini, Selasa 28 Februari 2017.

“Seminar ini kami buka untuk masyarakat umum, mahasiswa Pertanian se-Kota Palu dan mereka yang konsen terhadap pembangunan sektor pertanian” sebut Alamsyah.

Alamsyah berharap melalui seminar yang bertajuk “Teknik Pertanian dan Kesiapan Lahan dalam Pembangunan Pertanian Sulawesi Tengah Menuju Swasembada Pangan Nasional” dapat melahirkan sejumlah solusi untuk kemajuan pembangunan sektor pertanian di Sulteng.

“Dengan dialog kami harap bisa melahirkan solusi konkret untuk menyelesaikan permasalahan di bidang teknik pertanian khususnya dan pertanian pada umumnya. Kemudian membuka pula pola pemikiran mahasiswa serta masyarakat umum bahwa pentingnya pertanian demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia,” tandasnya.

Dialog yang digelar di hotel Alam Raya pukul 09.00 pagi ini akan menghadirkan sejumlah narasumber kunci. Di antaranya, dari Dinas Pertanian Sulteng, Badan Ketahanan Pangan Sulteng, Balitbangda dan dari Akademisi Unisa.

(mrs/Palu Ekspres)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!