Mindanao Darurat Militer, WNI Diminta Waspada – Palu Ekspres
Internasional

Mindanao Darurat Militer, WNI Diminta Waspada

PALU EKSPRES, MANILA – Kondisi keamanan di Mindanao, Filipina Selatan bergejolak menyusul baku tembak antara tentara dan kelompok bersenjata Maute yang terafiliasi dengan Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) di Marawi. Atas insiden tersebut, Presiden Filipina Rodrigo Duterte memberlakukan darurat militer di pulau Mindanao.

Menanggapi hal itu, Konsulat Jenderal Republik Indonesia meminta Warga Negara Indonesia (WNI) di wilayah Mindanao waspada. Sebab, Presiden Duterte telah memberlakukan darurat militer di wilayah Mindanao selama 60 hari ke depan guna menekan kelompok bersenjata dan menciptakan keamanan umum di kawasan mayoritas Muslim itu.

Kepala Kanselerai Konjen RI di kota Davao Gufron Hariyanto menerbitkan surat edaran khusus untuk mengimbau WNI di Filipina. Dia meminta agar WNI mengikuti peraturan pemerintah setempat mengenai keamanan dan ketertiban. WNI juga diminta meningkatkan kewaspadaan dan keamanan saat berada di fasilitas umum.

“Diimbau kepada seluruh WNI di wilayah Mindanao juga untuk tidak bepergian ke luar Kota Davao, wilayah berbahaya atau rawan,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Kamis (24/5).

Jika harus bepergian ke luar kota Davao, agar berhati-hati dalam perjalanan. WNI juga diminta selalu membawa travel document (passport, ID) dan selalu mengamati perkembangan situasi keamanan setempat.

“Bila terjadi ancaman atau gangguan, keamanan agar segera menghubungi pejabat konsuler atau polisi setempat. WNI jangan lupa membawa sejumlah dokumen perjalanan,” jelas Gufron.

Pasukan militer Filipina baku tembak dengan kelompok Maute terafiliasi dengan ISIS yang hendak merebut kota Marawi. Situasi di Filipina pun mencekam menyusul serangan kelompok Maute.

Kelompok ini mengambil alih kota dan membakar tempat-tempat ibadah. Mereka juga mengibarkan bendera ISIS dan meminta 100 penembak bergabung untuk menguasai kota Marawi. Kelompok Maute juga menyandera warga untuk meminta pemerintah mundur.

Pemerintah Filipina kini berupaya memukul mundur semua kelompok miitan dengan memberlakukan darurat militer. Bahkan lawatan Presiden Duterte ke Rusia dipercepat untuk mengamankan keamanan di dalam negeri.

(cr1/JPG)

Click to comment

BERITA POPULER

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!