Meraih Kesuksesan Melalui Pendekatan Pada Tuhan – Palu Ekspres
Ekonomi

Meraih Kesuksesan Melalui Pendekatan Pada Tuhan

DISKUSI PUBLIK – Para narasumber dalam Diskusi Publik PW Pemuda Muhammadiyah Sulteng, (dari kiri ke kanan): Akhlis Djirimu, Ph.D, Karman Karim, Dr. Eko Joko L. (moderator), Dr. Hasanuddin Atjo, dan H. Zainuddin Tambuala, LC, MA., di salah satu hotel di Kota Palu, Senin 10 April 2017. FOTO IMAM/PE

PALU EKSPRES, PALU – Meraih kesuksesan merupakan salah satu cita-cita, yang diidamkan oleh setiap individu dalam hidupnya. Salah satu usaha, yang dinilai menjadi faktor utama, untuk meraih kesuksesan, ialah terus mendekatkan diri kepada Tuhan.

Inilah benang merah yang mengemuka pada diskusi  yang disampaikan Pengusaha asal Kota Palu, Karman Karim, dalam Diskusi Publik bertajuk “Membangun Reputasi Menuju Sulteng yang Mandiri dan Berdaya Saing”.

Diskusi ini digelar Pimpinan Wilayah (PW) Pemuda Muhammadiyah Sulteng, bekerjasama dengan Dinas Kelautan dan Perikanan Daerah Sulteng, Senin (10/4).

Untuk mendukung ucapannya, Karman mengutip salah satu surah dalam Alquran, yakni surah Al-Insyirah, yang menerangkan janji Tuhan tentang adanya kemudahan di balik kesulitan.

“Sukses itu janji Tuhan, dua kali Dia berjanji, bahwa di balik kesulitan ada kemudahan. Dan Tuhan juga sudah memberikan kita jalan, agar tidak menjadi orang yang miskin,” ujar Karman, di hadapan para peserta diskusi.

Karman melanjutkan, nilai kekayaan seseorang bukanlah diukur dari banyaknya uang atau aset yang dimiliki orang tersebut.

Selain itu, Karman juga menyampaikan, untuk membangun reputasi yang menopang kesuksesan, perlu kerja keras dan doa kepada Tuhan, serta membangun kepercayaan pihak lain.

Ia mencontohkan, saat dia diberikan kepercayaan menjadi pengelola salah satu mall di Kota Palu, sebelum bekerja keras, dirinya berdoa pada Tuhan di waktu Dhuha, agar Tuhan memberikan petunjuk terhadap pilihan yang akan dilaluinya.

“Alhamdulillah, utang mall yang puluhan miliar, bisa terlunasi sebelum tiba batas waktunya. Setelahnya, saya bisa membangun satu mall lagi di Palu, dan bahkan di Poso,” imbuhnya.

Sementara itu, Narasumber lainnya, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Sulteng, Dr. Hasanuddin Atjo, menyampaikan, untuk membangun reputasi dibutuhkan kesuksesan yang berulang-ulang, dan kesuksesan dapat diraih melalui kegagalan yang berulang-ulang.

Selain itu, modal dasar dari reputasi, ialah adanya kompetensi yang dimiliki oleh seseorang. Kompetensi tersebut, merupakan gabungan dari pengetahuan, keterampilan dan perilaku (attitude).

“Seseorang yang punya reputasi sudah pasti memiliki kompetensi. Dengan itu, serta didukung oleh perilaku kerja positif, seperti pantang menyerah, konsisten, komitmen, tanpa pamrih, maka seseorang melalui sebuah proses, dapat mengubah kegagalan menjadi sebuah kesuksesan dan selanjutnya mengulangi kesuksesan itu beberapa kali untuk menjadi reputasi,” jelas Hasanuddin Atjo.

Hasanuddin juga menyebutkan, untuk membangun attitude, seseorang harus dapat meninggalkan sikap inlander (merasa inferior) terhadap orang lain, atau yang dianalogikan sebagai bad passenger (penumpang yang buruk) dan bad driver (pengemudi yang buruk), untuk menjadi good passenger (penumpang yang baik) lalu kemudian menjadi good driver (pengemudi yang baik).

Selain dua nama di atas, dalam diskusi yang dipandu oleh Akademisi Universitas Tadulako, Dr. Eko Jokolelono tersebut, turut hadir sebagai narasumber, ialah anggota legislatif DPRD Sulteng, H. Zainuddin Tambuala LC, MA., dan Akademisi sekaligus Ekonom, Akhlis Djirimu, SE, Ph.D.

(abr/Palu Ekspres)

Click to comment

BERITA POPULER

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!