Mengintip Pelaksanaan Full Day School di SMKN 7 Palu – Palu Ekspres
Pendidikan

Mengintip Pelaksanaan Full Day School di SMKN 7 Palu

PALU EKSPRES, PALU – Penerapan Full Day School (FDS), hingga kini masih menjadi perdebatan yang panjang bagi beberapa kalangan di Indonesia. Di beberapa daerah, termasuk di Sulteng, beberapa sekolah telah mencoba beralih menggunakan sistem FDS. Salah satu sekolah di Sulteng yang telah menerapkannya, adalah SMK Negeri 7 Palu.

“Terkait FDS, melalui Kabid SMK (Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sulteng) menyampaikan, kalau bisa kita coba SMK dulu melaksanakan FDS. Alhamdulillah, apa yang disampaikan kita jalani, dengan menggunakan jadwal yang telah diatur secara nasional,” jelas Kepala SMKN 7 Palu, Ashar Nurdin, pekan lalu.

Menurut Ashar, sejauh ini penerapan FDS di sekolahnya telah memberikan dampak yang jauh berbeda di banding sebelumnya, baik secara negatif maupun positif. Salah satu dampak negatifnya, adalah dirinya serta guru-guru dan siswa merasa lebih lelah dibandingkan dengan sebelumnya.

“Ini masih pembelajaran bagi kita, dan kita masih beradaptasi dengan hal ini. Memang kita merasa sangat lelah juga, dibanding sebelumnya. Kalau melihat animo dari anak-anak, mereka semangat tapi mereka cukup lelah juga ketika pulang ke rumah. Karena kalau penjadwalan di SMKN 7 ini, kan mereka dari pukul 06.45 setiap pagi, mereka sudah harus di sekolah melakukan apel bersama penaikan bendera,” urai Ashar.

Dampak positifnya Ashar menilai, adalah kegiatan atau proses pendidikan di sekolah terus berjalan, sehingga menyebabkan seakan-akan sekolah menjadi terasa lebih hidup. Hal ini dikarenakan, setiap lima hari dalam sepekan, dari jam 7 pagi hingga 5 sore sekolah tidak sunyi dan penuh dengan aktivitas. Hal ini dipandang sangat berbeda dibanding sebelumnya.

“Nilai positifnya, kami merasa sekolah terlihat tidak pernah mati, proses pendidikan jalan terus, dan terlihat lebih hidup, jadi labih rame lah begitu, karena di sekolah tetap ada kegiatan yang terkelola dengan baik. Salah satunya juga, anak-anak ketika pulang sudah lelah, jadi langsung istirahat tidak ada lagi yang berkeliaran di luar rumah,” lanjut Ashar.

Dalam penerapan FDS di SMKN 7 Palu, seluruh aktivitas pembelajaran dihentikan pada pukul 3.15 sore. Setelah salat ashar berjamaah bagi yang beragama Islam, aktivitas di sekolah kemudian dilanjutkan dengan kegiatan ekstrakurikuler (ekskul).

Dijadwalkan, pada tiap hari Senin para siswa akan diberikan pembelajaran ekskul Kepramukaan. Dalam ekskul ini, siswa diajarkan tentang nilai-nilai kebangsaan dan kedisiplinan. Di tiap hari Selasa, ekskul yang dilaksanakan adalah yang berkaitan dengan nilai keagamaan.

“Jadi semua ekskul dilaksanakan selama lima hari itu, diatur oleh pemerintah jadwalnya sudah ada, hari Senin Kepramukaan diajarkan nilai-nilai kebangsaan dan kedisiplinan, kemudian hari Selasa kegiatan Religi atau pengajian, dan Rabu hingga Jumat pengembangan diri,” demikian Ashar.

(abr/Palu Ekspres)

Click to comment

BERITA POPULER

To Top