Mengenang Kejayaan Golkar di Masa Latjambo-Lamakaret, Sebuah Capaian yang Sulit Disamai – Palu Ekspres
Daerah

Mengenang Kejayaan Golkar di Masa Latjambo-Lamakaret, Sebuah Capaian yang Sulit Disamai

ZIARAH - Pengurus Golkar Kota Palu dipimpin Erman Lakuana melakukan ziaran ke makam almarhum Hagi Latjambo di Sibonu dan pusara H. Baso Lamakarate di Biromaru keduanya di Sigi, Kamis 26 Oktober 2017. foto KIA/pe

PALU EKSPRES, PALU – Jajaran pengurus DPD Golkar Kota Palu, melakukan ziarah ke makam dua tokoh Partai Golkar. Ziarah dilakukan di makam almarhum Hagi Latjambo yang memimpin Golkar Kota Palu pada 1994 -1999 serta serta pusara Baso Lamakarate 1999 – 2004. Di masa kepemimpinan dua tokoh berbeda era ini, keduanya mencatat prestasi politik mentereng. Prestasi yang sepertinya sulit diulangi di era sekarang ini.

Hagi Latjambo seorang pensiunan pegawai Dinas Kehutanan, selepas dari pegawai langsung terjun ke politik dengan menjadi pengurus Golkar. Kebijakan Orde Baru yang memberikan ruang bagi birokrasi menjadi pengurus Golkar memberikan peluang terbuka bagi pria asal Sibonu – Sigi itu, melebarkan sayap di partai politik.

Tidak heran jika sejumlah jabatan politik penting di pernah disandangnya. Di antaranya, pernah menjadi Ketua Fraksi Partai Golkar di DPRD Sulteng, sebelum akhirnya menjadi anggota DPR RI di Senayan mewakili Provinsi Sulawesi Tengah.

Kepemimpinan Latjambo di Golkar Kota Palu terbilang sukses dengan menguasai mayoritas kekuatan di DPRD Kota Palu sebanyak 15 kursi dari 30 kursi yang ada DPRD Kota Palu. Sisanya, dibagi oleh PPP dan PDI. Penggantinya, Baso Lamakarate juga mencatat prestasi mentereng selama memimpin Golkar Kota Palu pada 1999 – 2004.

Ayah dari Sekdaprov Sulteng Hidayat Lamakarate ini juga berhasil mendulang 15 kursi di DPRD Kota Palu pada pemilu 1999. Prestasi pensiunan Kepala Bidang Pemuda di Kanwil Dikbud Sulteng ini juga cukup gemilang. Usai mengantar Rusdi Mastura sebagai Ketua DPRD Kota Palu, Baso bahkan terpilih sebagai Wali Kota Palu yang berpasangan dengan Suardin Suebo.

Pemilihan yang berlangsung di DPRD Kota Palu, bahkan diikuti lima pasangan calon, antara lain Longki Djanggola – Mulhanan Tombolotutu, Karman Karim – Dewi C. Abdullah kemudian pasangan Rully Lamadjido – Redy Priambada sebagai incumbent serta pasangan Andand Umar Adnan berpasangan dengan Sahid Alimei.

Pasangan Baso-Suardin adalah wali kota dan wakil wali kota terakhir yang dipilih di DPRD sebelum akhirnya beralih ke pemilihan langsung oleh rakyat. Dalam catatan Palu Ekspres, perolehan suara 15 kursi yang pernah dicapai oleh dua tokoh Golkar ini di DPRD Kota Palu, hingga hari ini tak bisa lagi disamai oleh generasi penerusnya. Bahkan perolehan suara Golkar terus turun menjadi 9 kursi pemilu 2004 anjlok lagi pada pemilu 2007 menjadi 7 kursi lalu seret lagi pada pemilu 2014 dengan hanya 6 kursi.

Walau tak lagi menjadi kekuatan mayoritas di parlemen, Golkar masih tetap mempertahakan tradisi politiknya dengan merebut kursi Ketua DPRD bahkan hingga hari ini. Sejak kepemimpinan Hagi Latjambo, kursi Ketua Golkar Kota Palu terus bergulir hingga hari ini. Seusai Hagi Latjambo 1994 -1999, kemudian H. Baso Lamakarate 1999 – 2004.

Seterusnya Rusdi Mastura periode 2004 – 2009 dan Mulhanan Tombolotutu 2009 – 2016. Mulhanan Tombolotutu sempat mempimpin Golkar selama hampir 6 tahun setelah diperpanjang. Sembari menunggu Musda, Golkar Kota Palu sempat dijabat Iqbal Andi Maqqa sebagai Plt sebelum akhirnya Musda Gokar pada 2016, berhasil memilih Erman Lakuana sebagai Ketua Golkar Kota Palu periode 2016 – 2019.

Di tangan Erman, pihaknya berkomitmen mengembalikan kedigdayaan Partai Golkar dalam panggung politik di Kota Palu dengan torehan 9 kursi. ”Target yang tidak ringan tapi ini bisa dicapai jika semua komponen partai bergerak bersama,” ungkap Erman di sela-sela ziarah di pusara H Baso Lamakarate, di Biromaru Kamis 25 Oktober 2017.

Menurut Erman ziarah yang dilakukan pengurus dalam rangka HUT 53 partai beringin, tak sekadar ziarah mengenang kebesaran dua nama besar kader Golkar tersebut. Lebih dari itu kata dia, generasi muda Golkar ingin meneladani kiprah dan sepak terjang para senior Partai Golkar, baik yang masih hidup maupun yang telah wafat.

Terlepas dari situasi politik kala itu, ungkap Erman prestasi politik keduanya yang pernah meraih suara dengan perolehan separuh dari komposisi kursi di DPRD Kota Palu, yakni 15 kursi, adalah prestasi yang hebat yang patut dikenang.

Di era kepemimpinannya, ia ingin menumbuhkan semangat dan komitmen untuk bersama-sama membesarkan partai. ”Pimpinan partai dan kader harus mengambil tanggungjawab yang sama membesarkan partai. Keduanya harus bergerak bersama untuk mencapai tujuan yang sudah digariskan,” ungkapnya.

Di tempat yang sama Wakil Sekretaris Partai Golkar Wahid Tarim, mengakui, Golkar di era kepemimpinan Erman Lakuana – Muhlis Aca, dinamika organisasi terasa dinamis. Semua komponen partai khususnya pengurus dan kader bergerak bersama untuk menghadapi even Pemilu 2019.

Menurut Wahid, pola kepemimpinan Erman yang tidak one man show dan lebih mengedepankan kebersamaan memberikan resonansi yang baik bagi kader dan simpatisan di tingkat akar rumput. ”Ini menjadi modal bagi kami untuk menghadapi pemilu legislatif 2019,” pungkasnya.

Ziarah makam kali ini diikuti oleh para pengurus ini serta Ketua Ikatan Istri Partai Golkar, Ibu Erman Lakuana.

(kia/Palu Ekspres)

Click to comment

BERITA POPULER

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!