Mengenang 11 September di Haramain – Palu Ekspres
Opini

Mengenang 11 September di Haramain

Oleh Tasrief Siara

MAKKAH 11 September 2015, jumat sore jelang magrib, dunia tersentak. Di Masjidil Haram, 107 calon jamaah haji dari berbagai pelosok negara meregang nyawa. 238 jiwa luka berat dan ringan. Badai gurun sore itu memorak-morandakan asesoris Kota Makkah. Untuk kali pertama, darah segar para korban calon jamaah haji dari berbagai negara tumpah di masjidil Haram.

Tekanan angin kencang dan hujan lebat menghantam batangan crane. Saat doa tengah dipanjatkan, salah satu alat berat yang menggelantung disemua sudut Masjidil Haram ketika itu, rubuh menimpah jamaah. Kejadian ini direspon dengan ragam perpektif. Ia tak saja dipandang sebagai sebuah bencana, tapi juga sebagai sebuah peringatan dari Allah, untuk kita dan untuk pemerintah kerajaan Arab Saudi.

Memang, rekonstruksi Masjidil Haram ketika itu membuat suasana ibadah menjadi tak nyaman. Para jamaah tiba-tiba saja membandingkan bagaimana teduhnya beribadah di Masjid Nabawi Madina, dan bagaimana gaduhnya beribadah di Masjidil Haram Makkah.

Kota Makkah, atau Haramaian hari ini dan mungkin hari-hari selanjutnya, tak pernah berhenti berderak. Gedung-gedung pencakar langit seakan menjadi assesories kota yang bertebaran disemua sudut kota. Simbol-simbol mesin kapitalisme dunia menghiasi wajah kota suci ini. Apa saja produk multinasional sangat gampang di temui di kota Makkah.

Pekan terakhir Agustus 2015, kami memasuki kota suci Makkah dari Madina, malam telah menjelang di kota metropolitan ini, rombongan kami dari Sulteng mengumandangkan talbiyah: labaik alahumma labaik. Dari balik jendela mobil bus, kalimat suci itu dilantunkan, sembari mata jelalatan melihat neon-neon sign aneka produk dunia yang menyita perhatian.

Saya berbisik pada istri, aura suci kota ini seakan tenggelam oleh aneka promosi produk dunia yang gencar mengkampanyekan produknya di Kota Suci Makkah. Jutaaan calon haji dari berbagai pelosok dunia mungkin dipandang sebagai pasar potensial dari produk multinasional dunia.

Prev1 of 2

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA POPULER

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!