Mendagri Larang DPRD Voting Wagub – Palu Ekspres
Daerah

Mendagri Larang DPRD Voting Wagub

Rusli Palabi

PALU EKPSRES, PALU – Pemilihan wakil gubernur Sulteng, pengganti almarhum Sudarto belum menemui titik temu. Pasca pengajuan tiga nama, Hidayat Lamakarate, Zainal Daud dan Oscar Paudi, pemilihan pun tak serta merta bisa digelar.

Hasil konsultasi Bagian Otonomi Daerah ke Kemendagri, muncul lagi tawaran baru dari kementerian yang dipimpon Tjahjo Kumolo tersebut. Tawaran ini sebagai respons atas tarik menarik soal siapa kandidat yang diajukan.

Pasalnya, parpol pengusung yang terdiri  dari Gerindra, PAN, PKB dan PBB mengajukan tiga nama dari yang seharusnya menurut tata tertib pemilihan wakil gubernur DPRD Sulteng cukup dua nama.

Sekretaris DPW PAN Sulteng Rusli Palabi, kepada wartawan di ruangan kerjanya, Senin (22/5) mengatakan hasil konsultasi tim dari pemerintah itu, memaksa pihaknya untuk membentuk pansus pemilihan lagi, guna mengakomodir tawaran dari Dirjen Otda Kemendagri Sumarsono tersebut.

Ada tiga tawaran Dirjen Otda tersebut antara lain, DPRD Sulteng melarang voting namun mengedepankan musyawarah mufakat. Berikutnya, menyerahkan ke DPP masing masing parpol berembuk untuk mendapatkan dua dari tiga nama. Tawaran terakhir, DPRD Sulteng menggelar pra pemilihan.

Jika hasil pra pemilihan itu ada tiga nama yang masuk maka DPRD Sulteng menambahkan item dalam tatib pemilihan menjadi tiga orang. ”Prinsipnya tidak boleh ada voting. Harus musyawarah mufakat,” katanya.

Menurut Palabi, pihaknya masih harus berunding dengan teman-temannya di DPRD Sulteng untuk memasukkan syarat yang diminta oleh Kemendagri tersebut.

Sebelumnya, Gubernur Sulawesi Tengah, Longki Djanggola telah menerima 3 nama Calon Wakil Gubernur untuk diusulkan kepada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sulawesi Tengah. Para Calon Wagub itu ditetapkan melalui pertemuan Partai Gerakan Indonesia Raya, Partai Amanat Nasional, Partai Kebangkitan Bangsa dan Partai Bulan Bintang, Minggu, 14 Mei 2027 sekira pukul 22.00 Waktu Indonesia Tengah.

Keputusan itu diambil dalam sebuah rapat yang penuh kekeluargaan di Kantor DPD Partai Gerindra di Jalan Elang Nomor 77, Palu Selatan.

“Sesuai kesepakatan partai pengusung setelah mendengarkan sumbang saran dan pertimbangan masing-masing pimpinan partai, diputuskanlah tiga nama calon wakil gubernur yang akan diajukan ke Panitia Pemilihan DPRD Sulteng,” sebut Kepala Daerah yang juga Ketua DPD Partai Gerindra Sulteng itu.

Tiga nama yang ditetapkan tersebut adalah Mohammad Staf Ahli Gubernur Hidayat Lamakarate, fungsionaris PKB Zainal Daud dan Ketua DPW PAN Sulteng Oskar Paudi.

Dengan keluarnya ketetapan ini, proses penggantian wagub Sulteng pasca mangkatnya H. Soedarto pada 1 Oktober 2016 lalu akan memasuki tahapan baru. “Setelah diserahkan ke DPRD Sulteng, maka Panlih yang akan memutuskan apakah menerima usulan nama-nama itu atau tidak.

Bila misalnya ada penolakan dari DPRD maka kami akan membawa hasilnya ke Menteri Dalam Negeri untuk menjadi perhatian,” kata Longki.

Terkait berlarutnya penetapan Calon Wakil Gubernur Sulteng, Dewan Syuro DPW PKB Provinsi Sulawesi Tengah Amin Taher mengatakan bahwa ada pihak-pihak yang merasa kepentingannya terganggu lalu melakukan manuver politik.

“Ada pihak yang bermain agar penetapan Calon Wagub ini terhambat. Bayangkan ini sudah hampir tujuh bulan berkutat dengan soal ini saja. Padahal ada hal lain yang kita harus beri perhatian,” sebut dia.

Longki pun tak menampik soal itu. Menurutnya bisa jadi ada pihak-pihak yang merasa peluang mereka untuk bisa bertarung sebagai kepala daerah pada 2020 nanti akan terhalangi oleh figur yang diusung.

Itulah sebabnya mereka mencoba melakukan manuver untuk memperlambat penetapan calon wagub ini. “Saya sendiri akan mengikuti mekanisme yang ada. Diterima atau tidak nantinya, itu keputusan DPRD,” kata Longki mengulang penjelasannya.

(kia/Palu Ekspres)

BERITA POPULER

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!