Mencetak Generasi Sehat dari Perempuan Sehat – Palu Ekspres
Kesehatan

Mencetak Generasi Sehat dari Perempuan Sehat

DETEKSI DINI SERVIKS - Wakil Ketua II Tim Pengerak PKK Provinsi Sulteng, Hasiati Ponulele (tengah) mewakili Ketua TP PKK Provinsi Sulteng Zalzulmida Djanggola membuka IFA Nasional dan launching Posyandu Jabal Rammah, di Palu, Rabu 5 Januari 2017. Foto Anita/PE

WANITA adalah Tiang Negara. Pepatah lama ini tak ada matinya. Di kekinian, wanita berperan sangat penting, membangun peradaban dan sendi-sendi negara yang dimulai dari unit terkecil yaitu Rumah Tangga.

Laporan Anita Anggriany Amier, Palu

Sulit membayangkan, bagaimana keadaan di rumah ketika ibu atau mama atau orang tua perempuan kita, sakit-sakitan. Betapa keadaan menjadi tidak nyaman, tidak ceria dan rasanya penuh persoalan.

Maka kesehatan ibu menjadi persoalan nomor satu sebelum, dia mengerjakan fungsinya sebagai ibu rumah tangga yang mengurus keluarga, suami anak dan rumahnya.

Akhir-akhir ini, berkembang sangat pesat penyakit tidak menular yang menjadi pembunuh nomor satu para ibu rumah tangga dan wanita-wanita yang telah aktif berhubungan seksual atau wanita di atas usia 35 tahun.

Penyakit itu adalah Kanker Mulut Rahim atau Kanker serviks.

Dalam acara pemeriksaan gratis tes Kanker Rahim yang dilaksanakan Ikatan Bidan Indonesia Sulteng, Bidan Narmin, S.SiT, menjelaskan bahwa kanker serviks merupakan pembunuh nomor satu di Indonesia.

“Kanker mulut rahim itu adalah kanker di mulut rahim yang menyebabkan infeksi di mulut rahim yang disebabkan oleh virus Human Papiloma atau biasa disebut HPV,” ujar Bidan Narmin kepada tamu dan undangan serta warga di Perumahan Citra di Jalan Dayo Dara Palu, saat acara pemeriksaan gratis sekaligus launching Posyandu IBI di lokasi yang sama, sekretariat IBI Sulteng.

Virus ini muncul akibat kehidupan tidak bersih berkaitan dengan menjaga kebersihan organ intim, gaya hidup free sex dan atau berganti-ganti pasangan, juga merokok. Bisa pula terjadi kepada mereka yang sebelumnya pernah punya pengalaman terpapar penyakit kelamin. Atau perempuan yang menikah di bawah umur 20 tahun sangat rentan terkena penyakit ini.

Bidan Narmin, mengatakan penyakit ini dengan tipe 16 dan 18 bisa dicegah dengan melakukan vaksinasi HPV. Namun, sebelumnya kata dia, sangat penting bagi wanita yang rentan tadi dengan melakukan deteksi dini.

“Deteksi dini harus dilakukan sehingga kita bisa mencegah atau kita mengobati lebih awal sebelum kondisi menyakit mencapai stadium tertentu,” ujar Narmin.

Ada berbagai cara deteksi dini, yaitu Pap Smear, Biopsi, Koloskopi. Untuk ini, memang harganya masih relatif mahal untuk sebagian masyarakat Sulteng.

“Untung saja ada alat pendeteksi baru yang lebih murah dan tak membutuhkan waktu lama untuk mengetahui hasilnya. Yaitu Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA),” ujar Bidan Namrin ibu dua orang anak yang tengah menempuh S2 Kebidanan di Universitas Padjajaran Bandung ini.

Maka serangkaian acara Hut IBI ke 66 sekaligus dalam rangka Launching Posyandu IBI Jabal Rahmah, IBI Sulteng menggelar pemeriksaan IVA gratis untuk warga Kota Palu.
Namun hari ini dilaksanakan kepada ibu-ibu dan wanita di Perumahan Citra Pesona Indah Dayo Dara.

Ketua IBI Sulteng, Mardiani Mangun S.SiT M.PH mengatakan tugas dan tanggung jawab IBI untuk menyampaikan dan melaksanakan ini kepada kaum perempuan se Indonesia.
Bagaimana menjaga kesehatan reproduksi perempuan dan pencegaham kanker serviks. “Ini tugas kami selaku bidan, kami perempuan, kami paling mengerti kebutuhan sesama perempuan. Sehingga ibu-ibu tidak perlu malu untuk melakukan deteksi ini,” tandasnya kemarin.

Dia meminta kepada bapak-bapak untuk mengingatkan para isteri untuk melakukan deteksi pemeriksaan IVA ini. “Karena wanita baik-baik juga bisa terkena bila pasangannya, bapak-bapak suka jajan diluar,” tandasnya.

Meskipun diakuinya kerja ini menjadi salah satu tanggung jawab IBI, namun Mardiani mengakui mereka tak bisa melakukannya sendirian. “Kami sangat mengharapkan uluran bantuan dari pemerintah daerah, pihak-pihak terkait agar mau membantu kami dalam menjalankan kerja mendeksi dini dan mencegah penyakit ini di masyarakat,” ujar Mardiani.
Bantuan dalam bentuk apa saja kata dia, akan sangat membantu. Sebab, IBI perlu untuk merekrut tenaga medis dan memberikan pelatihan-pelatihan untuk menjadi tenaga trampil.

Bahkan dari beberapa tenaga trampil yang mendapat pelatihan, ada yang dari ibu ketua RT yang diharapkan dapat mensosialisasikan kepada warganya. Selain para pra bidan yang memang khusus belajar soal kesehatan kewanitaan.

Karena kekurangan tenaga dan fasilitas untuk mobilitas juga akan mempengaruhi daya jangkau kerja para bidan di masyarakat. “Kami berharap ada dukungan dari pemerintah, PKK Sulteng dan masyarakat. Saat ini kami sudah melatih kader 7 orang warga,” ujar Mardiani.

Hadir dalam kegiatan tersebut sejumlah pejabat pemerintah dari kota Palu serta Wakil Ketua PKK Sulteng Hj Hasiati Ponulele yang membuka acara tersebut sekaligus melaunching posyandu milik IBI ini.

(***)

Click to comment

BERITA POPULER

To Top