Menanti Hasil Visum Rina – Palu Ekspres
Daerah

Menanti Hasil Visum Rina

PALU EKSPRES, PARIGI – Lima hari sudah Rina (17), siswi SMA 1 Toboli dikebumikan. Pada Sabtu 18 November lalu, ia ditemukan tewas mengenaskan di areal kebuh warga tak jauh dari sekolahnya.

Pihak keluarga pun telah menyerahkan semuanya prose pengungkapan kasus Rina kepada polisi. Mereka pasrah dengan apa hasil dari kinerja aparat. Meskipun, pihak keluarga dan warga Desa Toboli telah manaruh curiga, siapa aktor di balik kematian gadis yang bercita-cita kuliah di akademi pelayaran tersebut.

Adalah Jufri alias Adi, pria yang saat ini menghilang dan tengah dicari keluarga Rina. Adi adalah kakak ipar Rina sendiri. Mereka tinggal berdampingan rumah. Kabar terakhir tentang Adi diperoleh dari keluarga, bahwa ia pamit kepada isterinya mau ke Kalimantan bersama bosnya untuk urusan pekerjaan. Tepat pada hari yang sama ketika Rina dinyatakan hilang.

Sejauh ini, memang pihak kepolisin masih dalam proses penyidikan. Belum ada penetapan tersangka, baru pemeriksaan saksi-saksi.

“Sekarang masih penyelidikan untuk mendeteksi keberadaan pelaku. Umpamanya kita sudah tau posisinya kita lakukan dulu pengamanan, beberapa nanti keterangan saksi ini akan menunjuk pada satu orang atau beberapa orang, pelaku dalam kasus ini,” katanya, saat ditemui di Mapolres Parimo, Senin (20/11).

Sejauh ini, pihak kepolisian memperkirakan Rina telah meninggal dunia pada hari Rabu, 15 November 2017, hari dimana dia dinyatakan hilang. Diperkirakan, Rina meninggal di sekitaran waktu 6.30-7.30 wita. Korban berpamitan kepada kakaknya untuk ke sekolah pada pukul 07.00 Wita.

Namun, polres Parimo masih belum bisa menduga apakah kematian gadis ini akibat adanya tanda kekerasan atau penyebab lain. Felix A Saudale hanya menyatakan bahwa hasil olah TKP korban telah meninggal pada hari tersebut.

“Begini teman-teman, hasil olah TKP (tempat Kejadian Perkara) dan pemeriksaan terhadap saksi-saksi, keluarga korban dan lainnya, Korban Rina itu diperkirakan meninggal dunia pada Rabu, 15 November 2017. Pamit ke sekolah, korban tidak sampai di sekolah. Sekitar 6.30 – 7.30 wita pamit ke sekolah jam 07.00 wita, korban tidak sampai di sekolah. kami bisa memperkirakan, saat itu sudah tidak kembali ke rumah dan ditemukan sabtu sudah dalam keadaan mayat,” ujar Kasat Reskrim Polres Parimo, Felix A Saudale SH, Rabu (22/11).

Hingga Rabu malam, kata Felix, Satreskrim Polres Parimo telah memeriksa 14 saksi. Kemungkinan kata Felix, hari Kamis, 23 November 2017 hasil visum keluar.

Nah, apakah polisi akan melakuka autopsi terhadap mayat Rina, hingga kini belum diputuskan. Namun Felix memastikan autopsi pasti akan dilakukan untuk penyidikan lebih lanjut.”Autopsi untuk mengetahui apa penyebab meninggal dunia, itu akan tetap kami lakukan, untuk waktu belum bisa pastikan kapan. Karena masih berhubungan dengan Dikdokkes (Dinas Kedokteran dan Kesehatan) Polda Sulteng, kapan dokter forensik ada waktu untuk melakukan otopsi tersebut.” ujar Felix.

(Mg4/aaa/MS/Palu Ekspres)

BERITA POPULER

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!