Masyarakat Diimbau Kurangi Makan Beras – Palu Ekspres
Daerah

Masyarakat Diimbau Kurangi Makan Beras

RAPAT EVALUASI - Staf Ahli Gubernur Sulteng, Rusdi B Rioeh membuka rapat evaluasi kegiatan yang bersumber dari APBD dan APBN, Kamis 5 Oktober 2017 2017 Tolitoli. foto HUMAS PEMPROV SULTENG

PALU EKSPRES, PALU – Dinas Kehutanan Sulteng menggelar rapat evaluasi dan pengendalian pelaksanaan kegiatan sumber dana APBD dan APBN bulan September 2017, di kabupaten Toli-toli. Kegiatan ini dihadiri sekitar 75 orang yang terdiri dari Pejabat tingkat pusat, Kepala dinas Kehutanan dan Kepala Sub Bidang Provinsi Sulawesi Tengah serta semua UPT kesatuan pengelolaan hutan (KPH).

Staf Ahli Perekonomian, Pembangunan dan Kesra Pemprov Sulteng, Rusdi B Rioeh, turut hadir memberikan sambutan sekaligus narasumber dalam acara tersebut. Dalam kesempatan itu Rusdi menekankan beberapa hal dihadapan peserta. Salahsatunya imbauan agar masyarakat mengurangi konsumsi beras.

Mengurangi konsumsi beras menurutnya otomatis akan mengurangi resiko terkena penyakit diabetes.

“Olehnya masyarakat diminta beralih pada sumber pangan lain seperti ubi, jagung dan lain-lain,”demikian Rusdi. Sebagaimana setiap sambutannya, Rusdi dalam kesempatan itu lagi-lagi mengingatkan bahaya narkoba di Sulteng. Rusdi merasa takut jika peredaran Narkoba sudah sampai pada anak-anak SMP bahkan SD.

“Inilah yang akan menjadi PR kita bersama agar mampu mengawasi sekitar kita dengan seksama,”sebutnya.

Terkait kegiatan, Rusdi menjelaskan sesungguhnya kegiatan ini menjadi penyatuan presepsi seluruh petugas-petugas lapangan di sektor kehutanan, pertanian, hortikultura dan perikanan. “Karena dalam hal ini merekalah yang paling berperan dalam melayani petani,”kata Rusdi.

Karena petani Sulteng jelasnya sangat berbeda dengan petani di pulau jawa. Di Sulteng, petani tidak hanya fokus pada satu komponen saja melainkan di banyak bidang contohnya petani sawah yang juga punya kebun dan ternak. Rusdi menambahkan, saat ini semua pihak pihak perlu memperhatikan kemiskinan.

Dimana hal ini disebabkan penghasilan belum bertumpu pada sektor pertanian melainkan masih pada sektor pertambangan dan migas. Dari hasil evaluasi tersebut ternyata semua KPH sudah menyerap dana dengan maksimal dan rata-rata berada pada prosentase warna hijau yang menandakan semua kegiatan yang dilakukan sudah maksimal.

Selanjutnya dia menjelaskan tahun 2020-2025 akan ada peningkatan penduduk yang sangat signifikan. Karena itu diharapkan pertumbuhan penduduk ini bisa dibarengi dengan pertumbuhan sumber daya manusia yang mumpuni.

(mdi/Palu Ekspres)

Click to comment

BERITA POPULER

To Top