Mantap! Ikan Bandeng Sulteng Mulai Diekspor ke Srilangka – Palu Ekspres
Daerah

Mantap! Ikan Bandeng Sulteng Mulai Diekspor ke Srilangka

EKSPOR- Kepala DKP Sulteng Dr. Ir. Hasanuddin Atjo, MP, Kamis (22/3/2018), di ruang kerja Kadis Kelautan dan Perikanan Sulteng. Dua investor dimaksud adalah PT. Ocean Mega Persada yang berkantor pusat di Hongkong serta PT. Laundrum Akuatic berasal dari Tiongkok. Foto: Abidin/PE

PALU EKSPRES, PALU – Komoditas perikanan hasil budiya petani tambak di Provinsi Sulawesi Tengah, kini mulai merambah pasar ekspor. Melalui PT. Ocean Mega Persada yang bergerak di bisnis seafood dan general trading melakukan ekspor ikan bandeng produksi petambak di Kecamatan Bolano, Kabupaten Parigi Moutong, dengan tujuan Colombo, Srilanka.

Hal itu terungkap saat dua investor asing berkunjung ke Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Sulteng yang diterima oleh Kepala DKP Sulteng Dr. Ir. Hasanuddin Atjo, MP, Kamis (22/3), di ruang kerja Kadis Kelautan dan Perikanan Sulteng. Dua investor dimaksud adalah PT. Ocean Mega Persada yang berkantor pusat di Hongkong serta PT. Laundrum Akuatic berasal dari Tiongkok. Keduanya ingin meminta masukan mengenai teknis peningkatan produksi perikanan kepada Hasanuddin Atjo yang juga merupakan konsultan FAO.

PT. Ocean Mega Persada melalui perwakilannya, Yos Prakosa mengungkapkan, perusahaan yang bergerak di bisnis seafood dan general traiding ini akan melaksanakan ekspor ikan bandeng melalui Pelabuhan Pantaloan, Sabtu (24/3).

“Saat ini sudah dilakukan mengepakan di gudang produksi yang berlokasi di Kecamatan Bolano, Kabupaten Parigi Mouotng, tinggal dimasukkan ke kontainer,” kata Yos Prakosa.

Yos menjelaskan, ekspor tersebut merupakan kali kedua kurung sebulan ini. Ekspor perdana yang dilaksanakan pada 2 Maret 2018 lalu sebanyak 32 ton. Jumlah yang sama untuk ekspor ke dua, sehingga total ekspor ikan bandeng produksi petambak Kecamatan Bolano tersebut sebanyak 64 ton tujuan Colombo, Srilanka.

Yos menegaskan, ekspor ikan bandeng masih memiliki prospek yang sangat cerah, dengan catatan size (ukurannya) besar. “Untuk sementara ini, range marketnya besar kalau sizenya besar,” ujar Yos.

Sehingga Yos optimis, ekspor ikan bandeng Sulteng bisa ditingkatkan karena suplai produksi dari petambak masih sebatas di wilayah Kecamatan Bolano. Itupun jumlah petambak yang menyuplai pasokan ikan bandeng sekitar 5 hingga 6 petambak dengan luasan 10 hektare per orang.

“Harga penerimaan saat ini lagi tinggi-tingginya yakni rata-rata Rp11 ribu hingga Rp12 ribu per kilogram,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala DKP Sulteng Hasanuddin Atjo mengatakan, market ikan bandeng untuk saat ini, range marketnya besar. Hanya saja petambak masih lebih mementingkan volume panen tanpa mempertimbangkan ukuran (size) ikan bandeng. “Mereka (petani) lebih suka panen cepat walau sizenya belum memenuhi syarat untuk komoditas ekspor,” ujar Atjo.

Tak heran katanya, produksi bandeng seringkali dijadikan untuk komponen makanan ternak ketimbang untuk konsumsi manusia. Padahal bandeng jadi komoditas strategis nasional.
Sehingga Atjo menyarankan, untuk peningkatan produksi ikan bandeng, mulai dari tahap benur hingga siap produksi menggunakan system progresif, yakni sistem pindah.

“Tahap I, II dan III, belum dikasih pakan, annti pada tahap IV, baru dikasih pakan, pasti kualitasnya bagus,” saran Atjo.

(fit/Palu Ekspres)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA POPULER

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!