Longki: Infrastruktur Masih Perlu Digenjot – Palu Ekspres
Daerah

Longki: Infrastruktur Masih Perlu Digenjot

TAMBAH KAPASITAS – Dermaga Pantoloan telah ditingkatkan kapasitasnya untuk bisa melayani bongkar muat kapal barang .

PALU, PE – Duet Drs H Longki Djanggola-H Sudarto M Hum sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Tengah kini memasuki periode kepemimpinan yang kedua hingga tahun 2020. Di periode pertama, pasangan yang diusung Partai Gerindra ini berhasil menorehkan sejumlah prestasi bagi  pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat Sulteng.

Longki Djanggola kepada Palu Ekspres menyebutkan, target prioritas yang ingin digapai pada kepemimpinannya periode ini adanya perubahan yang signifikan pada bidang infrastruktur.  Menurutnya, sejauh ini memang telah banyak upaya dan strategi yang dilakukan Pemprov Sulteng demi pengembangan infrastruktur tersebut. Namun begitu, tentunya kata Longki, hal itu perlu lebih ditingkatkan lagi.

“Alhamdulillah tahun ini tahun kelima, kami targetkan bahwa ada perubahan pembangunan infrastruktur. Memang masih banyak yang kurang dan belum sempurna, itu memang betul!.Tapi paling tidak sudah ada perubahan-perubahan yang bisa kita rasakan bersama masyarakat,” kata Longki, Senin 11 April 2016.

Selain infrastruktur, dalam setiap periode, menurutnya tentu pula ada skala prioritas lain yang ingin didorong secara maskimal dengan beragam kebijakan strategis. Tujuan utamanya menciptakan kesejahteraan masyarakat dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi.

Target prioritas Pemprov Sulteng lima tahun kedepan menurutnya adalah mendorong kebijakan untuk peningkatan produksi pada sektor pertanian dan perkebunan serta peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan.

Sektor pertanian dan perkebunan menurutnya, masih menjadi komoditas unggulan daerah ini. Kebijakan Intervensi terhadap peningkatan pproduksi terhadap kedua sektor itu menurutnya akan menjadi prioritas Pemprov Sulteng lima kedepan.

“Pertanian dan perkunan itukan paling menonjol di Sulteng. Makanya target kita meningkatkan produksi kedua sektor tersebut,”jelasnya.

Untuk target itu jelasnya, Pemerintah akan mengintervensi melalui kebijakan anggaran melalui banyak pendekatan. Mulai dari perbaikan infrastruktur, bantuan yang bersifat subsidi bagi petani hingga penyediaan pupuk dan bibit unggul.

“Semua itu sudah teranggarkan dengan baik. Ya, kita berharap intervensi itu berhasil dan kita nikmati bersama –sama dampaknya nanti,”ujarnya.

Satu hal yang lain yang juga perlu terus ditingkatkan tambah Longki yaitu reformasi birokrasi. Harap Longki, untuk mewujudkan hal itu birokrasi harusnya mampu bekerja secara profesional sesuai dengan ketentuan-ketentuan yang ada. Komitmen mestinya terbangun dari dalam diri Aparatur Sipil Negara (ASN).

“Kalau menurut saya sederhana saja kita mewujudkan itu, ASN harusnya tahu, apa yang mesti dilakukan dan apa yang tidak boleh,”harapnya.

Dia berharap, moment peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Provisni Sulteng tahun ini bisa membawa perubahan-perubahan bagi terwujudnya pembagunan Sulteng dan kesejahteraan masyarakatnya. Dengan begitu, bukan tidak mungkin tujuan menyejajarkan Sulteng dengan provinsi maju lainnya di Indonesia timur bisa diwujudkan dalam waktu yang tidak terlalu lama.

“Mudah-mudahan HUT kali ini Sulteng semakin dewasa, harapan masyarakat bisa terwujud dalam kurun waktu tertentu. Kami berharap, embangunan yang sudah kami dilakukan selama ini  punya dampak yang khusus buat kesejahteraan masyarakat,”demikian Longki.

Data terakhir Agustus 2015 yang dikumpulkan Palu Ekspres dari berbagai sumber, perekonomian Sulteng pada triwulan pertama tahun mampu mencapai pertumbuhan dua digit, yakni sebesar 17,76 persen (yoy). Dibanding triwulan sebelumnya, pertumbuhan ekonomi Sulteng hanya sebesar 9,51 persen (yoy).

Salahsatu aspek yang mengintervensi pertumbuhan ekonomi Sulteng adanya peningkatan kontribusi dari sektor industri, termasuk realisasi investasi dan sejumlah proyek konstruksi skala besar seperti pembangunan smelter tahap II dan pabrik pupuk amonia.
Sementara pada bidang ketenagakerjaan, secara umum juga mengalami peningkatan. Februari 2015 tercatat sebanyak 1,43 juta orang, dengan jumlah angkatan kerja yang telah bekerja mencapai 1,38 juta orang. Jumlah ini naik dibandingkan semester sebelumnya atau pada periode Agustus 2014.

Jumlah angkatan kerja Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) meningkat menjadi 70,21 persen dari posisi sebelumnya yang mencapai 66,76 persen. Jumlah penganggur pada Februari 2015 mencapai 42.608 orang atau berkurang 6.781 orang jika dibandingkan dengan bulan Agustus 2014 sebanyak 49.389 orang. Kenaikan jumlah angkatan kerja yang disertai dengan penurunan jumlah pengangguran menyebabkan terjadinya penurunan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) dari 3,68 persen pada Agustus 2014 menjadi 2,99 persen pada periode Februari 2015.
Perekonomian Sulawesi Tengah diperkirakan tumbuh pada kisaran 16,5persen-17,5 persen (yoy).

Sementara secara tahunan, pertumbuhan ekonomi Sulawesi Tengah di tahun 2015 diperkirakan mencapai 14,40 persen – 15,40 persen (yoy). Visi Gubernur Provinsi Sulawesi Tengah Sulawesi Tengah sejajar dengan provinsi maju di kawasan timur Indonesia melalui pengembangan agribisnis dan kelautan dengan peningkatan sumber daya manusai yang berdaya saing tahun 2010.

Misi – percepatan reformasmi birokrasi penegakan supermasi hukum dan HAM, peningktan kualitas sumber daya manusia yang berdaya saing berdasarkan keimanan dan ketaqwaan, peningktan pembangunan infrstruktur, peningkatan pertumbuhan ekonomi melalui pemberdayaan ekonomi kerakyatan serta pengelolaan sumber daya alam secara optimal dan berkelanjutan.(mdi)

Click to comment

BERITA POPULER

To Top