Lawan Intoleransi, Menolak Hoaks – Palu Ekspres
Palu

Lawan Intoleransi, Menolak Hoaks

MELAWAN INTOLERANSI - Ribuan simpatisan FKPK dan Garda Bangsa Kota Palu mendeklarasikan sikap melawan intoleransi, menolak berita hoaks, perang narkoba dan sampah, Minggu 13 Mei 2018 di Lapangan Vatulemo Palu. foto HAMDI ANWA/pe

PALU EKSPRES, PALU – Forum Komunikasi Pemuda Kaili (FKPK) bersama organisasi Garda Bangsa Kota Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng) mendeklarasikan sikap melawan intoleransi yang merusak keutuhan persatuan bangsa. Selain itu kedua organisasi masyarakat itu menyatakan sikapnya menolak berita hoaks, perang terhadap narkoba dan sampah.

Deklarasi disampaikan dalam acara pengukuhan komando barisan muda FKPK Kota Palu periode 2017-2021, Minggu 12 Mei 2018 di lapangan Vatulemo Palu.

Ribuan kader dan pengurus tumpah ruah dalam deklarasi itu. Sedikitnya 16 organ Garda Bangsa bergabung dengan massa FKPK dari 46 kelurahan untuk meramaikan deklarasi.Massa dari GP Ansor juga tergabung didalamnya.

Garda Bangsa merupakan organisasi pemuda, sayap dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Karenanya deklarasi itu dirangkai sekaligus dengan pernyataan dukungan kepada Ketua Umum DPP PKB, Muhaimin Iskandar untuk maju sebagai Calon Wakil Presiden RI.

Usai mendeklarasikan sikap, ribuan massa kemudian bergerak menuju kawasan pesisir Teluk Palu dan Pasar Inpres Manonda untuk melakukan aksi pungut sampah.
Deklarasi dihadiri langsung Anggota DPR RI, sekaligus Sekretaris Jenderal (Sekjen) PKB, Abdul Kadir Karding. Ketua PKB Sulteng yang juga Wali Kota Palu, Hidayat.

Ustad Solmed yang juga hadir dalam deklarasi itu mengisi kegiatan dengan memimpin soa bersama untuk keselamatan Bangsa Indonesia dari bahaya terorist, narkoba dan berita hoaks.

Malam harinya, kegiatan deklarasi ditutup dengan dzikir akbar yang dipimpin Ustad Solmed.
Sekjend PKB, Abdul Kadir Karding menjelaskan Bangsa Indonesia adalah bangsa berbudaya yang terbingkai dari perbedaan. Budaya dan perbedaan itu kata dia telah ada jauh sebelum Bangsa Indonesia merdeka.

“Jadi kalau ada gerakan bersifat intoleransi, apapun motifnya, itu bukan budaya dan sikap Bangsa Indonesia,” sebut dia dalam orasinya.

Di Kota Palu Sulteng menurutnya tergambar miniatur Indonesia. Yang berisi keberagaman suku dan budaya bangsa. Dan dalam sejarahnya, tidak pernah terjadi sesuatu hal di Kota Palu karena perbedaan itu.

“Untuk itu kita tunjukkan pada dunia Palu layak jadi contoh daerah yang menjunjung tinggi nilai toleransi. Dari Palu kita mulai menggerakkan perlawanan terhadap terorisme dan narkoba,”serunya.

Sementara itu, Ketua Dewan Pembina FKPK dan Garda Bangsa, Hidayat mengawali orasinya dengan memimpin doa atas dua tragedi yang baru saja terjadi di Indonesia. Yaitu tragedi penyerangan Mako Brimob dan aksi bom bunuh diri di Surabaya.

Hidayat berhemat, deklarasi pernyataan sikap melawan intoleransi sejalan dengan tema pembangunan Kota Palu yang ia nahkodai. Yakni Palu Kota Jasa, Berbudaya dan Beradat dilandasi Iman dan Taqwa. Menurutnya, budaya dalam tema itu adalah untuk membangun nilai toleransi, kekeluargaan dan gotong royong. Tiga nilai itu menurutnya adalah budaya Bangsa Indonesia.

“Nilai nilai itu merupakan intisari dari Pancasila. Masyarakat Kaili yang dominan di Kota Palu adalah masyarakat yang menjunjung nilai toleransi. Makanya ini yang kami dorong dalam visi misi pembangunan,”demikian Hidayat.

(mdi/Palu Ekspres)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA POPULER

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!