Laporan Korlantas Polri, Begini Kondisi Jalan Pantura dan Jalur Selatan – Palu Ekspres
Daerah

Laporan Korlantas Polri, Begini Kondisi Jalan Pantura dan Jalur Selatan

JAKARTA, PE – Beberapa bulan menjelang arus mudik Ramadhan dan Idul Fitri, sejumlah ruas jalan di Jalur Selatan hingga Pantai Utara (Pantura), Jawa Barat dan Jawa Tengah, rusak.

Kondisi tersebut dipantau langsung Kepala Korlantas Polri Inspektur Jenderal Royke Lumowa bersama instansi terkait selama dua hari, 23-24 Februari lalu.

“Kerusakan jalan mulai dari perbatasan Jawa Tengah, di Majenang dan Cilacap. Terjadi kerusakan jalan hingga kurang lebih 15 kilometer. Sambung-menyambung hingga ke Banyumas, Purwokerto,” kata Royke dalam siaran persnya, Sabtu (25/2) malam.

Kemudian volume kendaraan terpantau padat dari perbatasan Jawa Tengah hingga memasuki Kabupaten Cilacap. Kerusakan jalan juga terdapat di wilayah penghubung antara Ajibarang – Bumiayu, Brebes (Ketanggungan dan Songgom) serta Tegal (Prupuk dan Slawi).

Bahkan, mulai dari perbatasan kota Purwokerto hingga pertigaan Songgom – Prupuk, mengalami kerusakan yang cukup parah.

“80 persen jalannya rusak. Kurang lebih, sepanjang 40 kilometer,” tutur alumni Akpol 1987 itu.

Saat ini, lanjut Royke, sejumlah ruas jalan yang rusak sedang diperbaiki oleh Kementerian Pekerjaan Umum (KemenPU).

Khusus kendaraan-kendaraan berbobot di atas delapan ton diimbau tidak melewati kota Prupuk, selama proses perbaikan jalan selesai agar tidak mengganggu pekerjaan KemenPU.

Begitu juga di jalur Pejagan (Brebes) hingga Purwokerto (Banyumas) dan arah sebaliknya. Pembatasan kendaran berbobot di atas delapan ton,diharapkan dapat mempercepat perbaikan jalan dan pembangunan empat flyover di Brebes dan Tegal.
Antara lain, flyover Dermoleng (Brebes), flyover Kretek (Brebes), flyover Klonengan (Tegal), dan flyover Kesambi (Tegal).

Pihak Polri telah menyiapkan rute alternatif bagi truk-truk tersebut, melalui Jalur Pantura, Semarang, Magelang dan Purworejo.

Menurut Royke, pekerjaan perbaikan jalan ini ditargetkan akan selesai, maksimal awal bulan Ramadhan 2017. Sehingga para pemudik bisa pulang kampung dengan nyaman saat Lebaran nanti.

Selain itu, mantan Dirlantas Polda Metro Jaya tersebut, mengimbau masyarakat dapat bersabar dan tetap mentaati semua rambu-rambu atau petunjuk-petunjuk petugas di lapangan.

“Ini sangat rawan dan sangat vital. Harus selesai satu bulan sebelum arus mudik,” pungkasnya.

(wid/RMOL/PE)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!