Kurang Peminat, Sayonara PT Pelni – Palu Ekspres
Ekonomi

Kurang Peminat, Sayonara PT Pelni

PALU EKSPRES, PALU – Perlahan namun pasti, moda transportasi laut kini mulai ditinggalkan masyarakat. Perjalanan laut bukan lagi pilihan untuk sebuah perjalanan, terlebih sekedar mudik lebaran.

Orang-orang kini memilih praktis. Menghindari gonta-ganti moda angkutan. Sebab dalam sebuah perjalanan laut penumpang mesti melalui jalur darat dulu menuju pelabuhan. Begitupun ketika tiba ditujuan menuju rumah.

Alasan lainnya mungkin mengindari mabuk laut karena waktu tempuhnya yang relatif panjang. Serta massifnya jangkutan darat travel atau rental angkutan darat. Moda ini juga menjadi pilihan karena setiap penumpang bisa diantar langsung menuju rumah.

PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) merasakan betul perubahan paradigma masyarakat mulai terjadi antara tahun 2011-2012. Akibatnya banyak jadwal pemberangkatan kapal yang dihapus dengan mengurangi armadanya.

Kepala Cabang PT Pelni Palu, Beni Baskoro, mengaku hal itu juga banyak dipengaruhi berkembangnya transportasi udara. Di wilayah Sulteng, Hampir semua kabupaten kini membuka jalur udara.

“Antara prihatin dan bangga. Kalau kini banyak yang memilih pesawat, itu tandanya perekonomian masyarakat sudah meningkat,”curhat Beni, ditemui di kantornya, baru-baru ini.

Untuk sebuah kenyamanan perjalanan, masyarakat sebut dia kini akan memilih pesawat ketimbang kapal. Meskipun tiket kapal jauh lebih ekonomis.

“Orang tidak capek naik pesawat karena jalannya singkat.Tidak harus mabuk. Masih segar bugar setibanya ditujuan. Berbeda kapal laut orang keletihan begitu tiba,” ujarnya.

Menurut Beni, kondisi demikian membuat PT Pelni mengurangi jumlah aramadanya di Pelabuhan Pantoloan. Beberapa jalur terpaksa ditiadakan. Hanya ada tiga kapal yang kini beroperasi. KM Lambelu, Labobar dan KM Sangiang.

“Ini mulai terasa persisnya ketika Bandara Mutiara Sis Aljufri dibangun dengan membuka rute yang lebih luas. Pesawat badan besar sudah banyak masuk,”katanya. Semenjak jalur udara dibuka secara massif, penumpang kapal laut menukik tajam.

Prev1 of 2

Click to comment

BERITA POPULER

To Top