Kompetensi Guru Agama Mesti Terus Ditingkatkan – Palu Ekspres
Pendidikan

Kompetensi Guru Agama Mesti Terus Ditingkatkan

SAMBUTAN – Kakanwil Kemenag Sulteng, H. Abdullah Latopada (kanan) saat memberikan sambutan, pada pembukaan Peningkatan Kompetensi Guru PAI SMA dan SMK, Senin 4 September 2017. (IMAM/PE)

PALU EKSPRES, PE – Perubahan zaman yang terus terjadi, mau tidak mau akan mendorong sistem pendidikan untuk turut mengalami perubahan, baik sistem pendidikan nasional maupun global. Untuk menghadapi berbagai perubahan tersebut, para guru dituntut untuk terus meningkatkan kompetensi yang dimilikinya.

Tuntutan ini termasuk bagi para guru Pendidikan Agama Islam (PAI), yang oleh Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Sulteng, H. Abdullah Latopada, bertanggung jawab penuh terhadap pendidikan keagamaan bagi generasi mendatang.

“Sistem pendidikan nasional dengan global selalu berubah. Olehnya, harus terus ditingkatkan kompetensi guru termasuk guru PAI, mengikuti perkembangan zaman yang semakin modern. Karena yang bertanggung jawab terkait masalah-masalah agama, pada sekolah-sekolah umum adalah guru agamanya,” ujar Kakanwil, saat membuka kegiatan Peningkatan Kompetensi Guru PAI SMA dan SMK, di salah satu hotel di Kota Palu, Senin 4 September 2017.

Oleh pemerintah dalam hal ini Kemenag, kata Kakanwil, para guru PAI tidak hanya diberikan tanggung jawab, tetapi juga harus diberikan kompetensi-kompetensi yang kekinian atau sesuai dengan perkembangan zaman.

Ia menambahkan, dengan hanya disediakan 3 jam pelajaran bagi mata pelajaran agama di dalam kurikulum, harus dapat betul-betul dimanfaatkan oleh para guru agama, untuk memberikan penanaman nilai-nilai keagamaan kepada peserta didik.

“Pelajaran agama yang hanya diberi 3 jam, jika ditambah guru agama yang tidak bertanggung jawab, maka hancurlah pendidikan agama kita. Tidak boleh lagi ada cerita-cerita, bahwa ada guru agama yang malas,” tegasnya.

Melalui kegiatan peningkatan kompetensi guru tersebut, Kakanwil juga berpesan, agar para guru PAI mampu membuat sebuah terobosan berarti, dalam metodologi pembelajarannya. Guru-guru yang menjadi peserta, diminta untuk dapat mengambil ilmu sebanyak-banyaknya dari para instruktur pelatihan tersebut.

“Mereka (instruktur-red) hanya akan memberikan metodologi, jika kalian mampu membuat metodologi sendiri berdasarkan hasil dari pembelajaran, itu yang paling cerdas. Kecerdasan intelektual semua sudah bisa ditemukan, ciptakanlah kecerdasan sosial dan emosional,” tutur Kakanwil.

Selain itu, para guru juga diminta untuk meniatkan pekerjaannya sebagai ibadah, agar dapat ternilai pahala di sisi Tuhan. Sehingga, jika pekerjaan tersebut ditunaikan dengan baik, maka selain mendapatkan gaji dan tunjangan sertifikasi dari pemerintah, para guru juga akan mendapatkan pahala dari Tuhan.

guru agama harus menjadikan kerjanya sebagai ibadah, supaya dapat gaji, sertifikasi dan juga pahala di sisi Tuhan. Harus niatkan untuk jadikan pekerjaan sebagai ibadah, karena Tuhan menciptakan manusia, tidak ada lain tujuannya kecuali hanya untuk beribadah kepada-Nya,” tandasnya.

Kepala Bidang Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam (PAKIS) Kanwil Kemenag Sulteng, Dr. H. Kiflin Padjala menyebutkan, pelatihan yang digelar selama tiga hari tersebut, diikuti oleh 60 guru PAI yang berasal dari beberapa SMA dan SMK, dari 10 Kabupaten dan Kota yang ada di Sulteng.

“Pesertanya guru-guru PAI yang PNS, dari SMA dan SMK negeri maupun swasta. Sedangkan instruktur pelatihannya tiga orang, yang merupakan tenaga profesional di bidang pendidikan dari Jakarta,” kata Kiflin.

(abr/Palu Ekspres)

Click to comment

BERITA POPULER

To Top