Komandan Abu Sayyaf Tewas, Tapi Tujuh WNI Belum Bebas – Palu Ekspres
Internasional

Komandan Abu Sayyaf Tewas, Tapi Tujuh WNI Belum Bebas

OALU EKSPRES, JAKARTA — Marinir Filipina membunuh komandan kelompok Abu Sayyaf, Al Habsyi Masaya, dalam sebuah serangan Jumat lalu (28/4/2017).

Masaya dipercaya menjadi otak serangkatan penculikan terhadap warga negara asing, khususnya Indonesia dan Malaysia, yang terjadi di kawasan Filipina Selatan.

Panglima Militer Filipina Eduardo Ano mengatakan, pemimpin Abu Sayyaf yang itu tewas di tengah hutan di Provinsi Sulu. “Jenazah Al Habsyi berhasil teridentifikasi dari keterangan seorang anggota Abu Sayyaf yang kami tangkap,” sebut Ano seperti dilansir SBS.

Ano menyebut bahwa Masaya merupakan penculik paling bengis dari kelompok Abu Sayyaf. Tewasnya Masaya menjadi pukulan telak untuk kelompok militan itu.

Terkait korban penculikan yang berada di tangan kelompk Abu Sayyaf, Ano mengatakan bahwa tidak ada seorang sandera pun yang terlihat di lokasi tewasnya Masaya. Padahal, lokasi tewasnya Masaya itu diduga kuat merupakan lokasi sandera asal Vietnam ditawan.

Terkait dengan nasib tujuh WNI yang masih jadi sandera kelompok Abu Sayyaf, Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia Kementerian Luar Negeri Lalu Muhammad Iqbal memastikan bahwa kondisi tujuh WNI tersebut baik.

Iqbal menjelaskan, tujuh WNI yang masih disandera di Filipina Selatan tidak di tangan Masaya. “Saat ini, tujuh sandera WNI berada di tangan dua kelompok lainnya. Empat WNI berada di Maimbung dan tiga WNI di Talipao. Keduanya di Pulau Sulu. Saat ini, mereka dalam keadaan baik,” katanya, Minggu (30/4/2017). (jpg-fajaronline)

WNI yang Masih di Tangan Abu Sayyaf
1. La Utu bin La Raali (asal Wakatobi, Sulawesi Tenggara)
2. La Hadi bin La Edi (Wakatobi, Sulawesi Tenggara)
3. Saparudin bin Koni (Majene, Sulawesi Barat)
4. Sawal bin Maryam (Majene, Sulawesi Barat)
5. Hamdan bin Saleng (Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan)
6. Sudarling Samansung (Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan)
7. Subandi bin Sattu (Bulukumba, Sulawesi Selatan)

(Fajar/PE)

Click to comment

BERITA POPULER

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!