Kisah Penuh Perjuangan Ayah dan Anak Selamat Setelah Terombang Ambing di Lautan – Palu Ekspres
Daerah

Kisah Penuh Perjuangan Ayah dan Anak Selamat Setelah Terombang Ambing di Lautan

Ruslan (50) dan Muhammad Rahim (11), warga Jalan Pangandaran, RT 19, Kelurahan Berbas Pantai

PALU EKSPRES, BONTANG – Berita tentang hilangnya nelayan bersama anaknya, yakni Ruslan (50) dan Muhammad Rahim (11), warga Jalan Pangandaran, RT 19, Kelurahan Berbas Pantai, sudah menyebar dan membuat geger warga Bontang.

Bagaimana tidak, biasanya Ruslan melaut paling lama semalam, namun sejak Rabu (4/4) hingga Jumat siang (9/4), Ruslan yang melaut bersama anaknya tak juga kembali. Sehingga baik keluarga maupun tetangga sudah berpikiran negatif.

Sehingga berita hilangnya kedua warga Berbas inipun menyebar, dan tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) serta Polair dan TNI Angkatan Laut pun sudah lakukan pencarian.

Untung saja, sekitar pukul 13.00 Wita, Ruslan dan anaknya terlihat, namun, di wilayah perairan Indominco, Rig Serang.

Ternyata, kapal berukuran 6,5 meter miliknya kehabisan Bahan Bakar Minyak (BBM) hingga mereka tak bisa kembali ke darat dan terombang-ambing di laut. “Kapal kami kehabisan BBM, kami digandeng nelayan lain, setelah akhirnya ditemukan Tim SAR,” ujar Ruslan, di kediamannya Jumat (7/4) kemarin.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bontang, Ahmad Yani mengatakan setelah mendapat informasi bahwa ada nelayan bersama anaknya yang sudah 2 hari tidak pulang, pihaknya menurunkan tim untuk melakukan pencarian.

“Sekitar pukul 09.00 Wita 5 personil kami dengan 1 speedboat  serta 5 personil dari Basarnas juga satu speed yang juga diikuti oleh masyarakat melakukan pencarian. Kami berangkat dari Berbas Pantai,” jelas Yani—sapaannya.

Dikatakan Yani, ternyata 2 orang nelayan yang dilaporkan hilang tersebut ditemukan di sekitar Rig Serang. Tepatnya sekitar 2 mil dari Pelabuhan Indominco. “Saat ditemukan, kapal Ruslan sudah digandeng oleh kapal nelayan lainnya,” ujarnya.

Istri Ruslan, Nurhayati (40) mengatakan dirinya sudah sempat melarang suami dan anaknya untuk melaut. Namun karena tidak ada ikan, akhirnya Ruslan memutuskan untuk memancing. Rabu sore sekira pukul 16.00 Wita Ruslan dan Rahim berangkat ke daerah Beras Basah. “Biasanya, kalau keluar sore, mereka akan kembali pagi harinya, tetapi ini sampai 2 hari tidak pulang,” ungkapnya.

Dirinya juga menyatakan bahwa awalnya suaminya jika pergi melaut selalu membawa handphone. Namun, karena pernah hilang, Ruslan pun tak pernah membawa ponselnya lagi. Setelah 2 hari tidak pulang, 4 kapal pun sudah berusaha mencarinya. Sementara pada Jumat kemarin hingga 6 kapal yang mencarinya.

Nurhayati mengaku sempat mendengar informasi dari penjaga Beras Basah bahwa Kamis sore, Ruslan masih terlihat di Beras Basah untuk mengisi BBM. “Mungkin hilangnya malam Jumat karena tadi malam (kemarin malam, Red) angin kencang disertai hujan deras,” ungkapnya.

Setelah mengetahui suami dan anaknya ditemukan pun, Nurhayati sangat bersyukur. Diketahui bahwa Rahim merupakan anak ke-5 dari 7 bersaudara.

(soh/rin)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA POPULER

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!