Ketika Dahan Pohon Memakan Korban, Salah Siapa? – Palu Ekspres
Opini

Ketika Dahan Pohon Memakan Korban, Salah Siapa?

Oleh Muhd Nur Sangadji

SEORANG mahasiswa menancap gas motornya, melaju di samping kiri mobil yang dikemudikan isteri ku. Tiba tiba terdengar suara retak pohon tumbang, menimpa pengendara motor tersebut.  Motor terjungkal bersama pengemendaranya, persis di depan mobil kami.

Andaikata agak laju, maka mobil kamilah  yang  tertimpa pohon itu. Motor rusak berat dan mahasiswa luka parah.

Saya memapahnya, untuk mendapatkan pertolongan pertama. Hari itu angin agak kencang berhembus  diikuti hujan yang mulai turun. Kondisi  cuaca  yang serupa ini telah berlangsung kurang lebih tiga bulan terakhir di kota Palu.

Angin kecang dengan hujan lebat berpadu konfergen memproduksi bencana. Dahan pohon  yang  umumnya  telah tua dan rapuh menjadi  berat karena air dan mudah patah atau retak karena diterpa angin cukup kencang.

Sangat mengerikan, karena kota ini relative  didominasi pohon–pohon yang cukup tua umurnya.
Di samping itu, jenis pohon tersebut amat rapuh dengan ranting yang telah kering.

Pepohonan ini berjejer di sepanjang jalan  yang ada di dalam kota. Karena itu, sangat rawan  rontok yang bakal menimpa siapa saja yang melintas.

Seingat saya, bila hal ini terjadi di kota besar di negeri Eropa tempat saya pernah sekolah, maka walikota akan dituntut hingga ke pengadilan.

Wajar, karena pemimpin harus bertanggung jawab terhadap keselamatan warganya. Sayang, di negeri kita, menjadi urusan masing-masing individu. Orang akan bilang “salah sendiri,  mengapa tidak hati-hati”.

Untuk itu, pemerintah melaui dinas terkait  (lingkungan hidup atau kebersihan atau pertamanan) harus segera bertindak.

Inventarisir kondisi, jenis dan jumlah pohon  yang masih tumbuh di kota ini. Rawatlah dengan  benar agar tetap hijau.

Pangkaslah rating yang terlalu tinggi dan  lapuk agar bertunas kembali. Beri tanda dengan  warna atau nama (latin/lokal) supaya pohon-pohon itu ada pemiliknya. Dengan begitu,    tidak  semaunya ditebang warga karena merasa tidak ada yang punya.

Hidupkan kembali semangat menumbuhkan pohon dengan memberi contoh. Tanamlah jenis yang relative kokoh dan kuat. Pohon-pohon seperti;   angsana, kayu hitam dan atau pohon buah-buahan seperti mangga, nangka, jambolan, asam jawa,   bisa menjadi pilihan. Mari memulainya kembali.

Agar kita dapat menciptakan kota yang aman,  hijau dan bernilai ekonomi (safety, green, and revenue). Semoga…

Penulis adalah akademisi bidang pertanian dan kolumnis

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!