Kesejahteraan Psikologis Karyawan Masih Dianggap Sepele – Palu Ekspres
Daerah

Kesejahteraan Psikologis Karyawan Masih Dianggap Sepele

HUT HIMPSI-Gubernur Sulawesi Tengah, Drs. H. Longki Djanggola, M.Si menerima nasi tumpeng dari Ketua Himpunan Psikologi Indonesia (Himpsi), Wilayah Sulteng Sigit Apriadi, S.Psi, sebagai simbol dimulainya rangkaian kegiatan hari ulang tahun (HUT) Asosiasi Psikolog Industri dan Organisasi (APIO) ke-18, bertempat di Aula Hotel The Sya Regency Palu, Jumat 20 Oktober 2017. Foto: Humas Pemprov Sulteng

PALU EKSPRES, PALU – Berdasarkan penelitian WHO, kondisi lingkungan tempat kerja yang buruk bisa membawa efek buruk bagi kesehatan mental pekerja, yang gilirannya merugikan organisasi kerja dan mengurangi kualitas pelayanan yang diberikan ke publik.

Olehnya, momentum hari kesehatan mental, dapat diberdayakan untuk men-sharing berbagai hal, terkait permasalahan kejiwaan, melakukan upaya promotif, pencegahan dan intervensi dini, memberikan pertolongan dan bantuan psikologis kepada pegawai di lingkungan kerja masing-masing.

Hal itu disampaikan Gubernur Sulteng Drs. H. Longki Djanggola, M.Si saat membuka seminar nasional dalam rangka Hari Kesehatan Mental se-Dunia tingkat Provinsi Sulteng, Jumat (20/10), di aula Hotel The Sya Regency Palu.

Ia menegaskan, kultur di Indonesia, masih menganggap sepele tentang pembicaraan kesejahteraan psikologis pegawai. “Padahal, di dalam suatu organisasi kerja, pemimpin yang handal akan turut menentukan kualitas kesehatan mental pegawai dan mengurangi resiko-resiko yang berpotensi membuat ketidaknyamanan kerja,” ujarnya.

Sekaitan dengan itu lanjutnya, seorang pimpinan mestinya kapabel untuk mencipta variasi-variasi, suasana baru yang bisa mengharmoniskan lingkungan kerja, supaya tidak timbul kepenatan dan kejenuhan yang membuat pegawai stress, depresi dan perasaan negatif, yang kesemua bisa mendorong perilaku tidak produktif, keinginan yang berlebihan, sehingga menjadi beban begitu berat yang diterimanya.

“Untuk itu, saya berterima kasih kepada seluruh pihak pencetus dan penggiat hari kesehatan mental se-dunia, mudah-mudahan peringatan ini tidak berakhir seremoni saja, akan tetapi mesti kita maknai sebagai pengingat, pendorong dan pengungkit semangat para stakeholder untuk menciptakan sehat mental di tempat kerja yang ditunjukkan dengan kesejahteraan psikologis sebagai hak setiap karyawan, serta kewajiban pimpinan dan manajemen untuk memenuhinya,” sebut Gubernur.

Sementara itu, Ketua Himpunan Psikologi Indonesia (Himpsi), Wilayah Sulteng Sigit Apriadi, S.Psi, mengakui Himpsi adalah organisasi profesi psikologi di Indonesia yang merupakan wadah berhimpunnya profesional psikologi yang diakui secara nasional maupun internasional dan berperan meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat.

Himpsi memiliki 25 wilayah di seluruh Indonesia, dengan jumlah anggota lebih dari 11.500 orang. Sebagai wujud pelaksanaan misi Himpsi, setiap tanggal 10 Oktober diperingati sebagai Hari Kesehatan Mental se-Dunia.

Pada 2016, Himpsi meluncurkan program Icare sesuai dengan tema “Dignity in mental healt : psyichological and mental health first aid for all”. Dan, tahun ini, Himpsi kembali meluncurkan program dengan tema “Mental health in the workplace”.

(humas/Palu Ekspres)

Click to comment

BERITA POPULER

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!