Kelahiran Usia Dini di Sulteng Masih Tinggi – Palu Ekspres
Daerah

Kelahiran Usia Dini di Sulteng Masih Tinggi

INGATKAN REMAJA - Sekretaris BKKBN Perwakilan Sulteng, Andi Kameriah mewakili Kepala perwakilan membuka GenReward, Sabtu 10 Februari 2018 di Hotel Sutan Raja Palu.

PALU EKSPRES, PALU – Mencegah remaja melahirkan usia dini menjadi salahsatu fokus program kerja BKKBN, tak terkecuali BKKBN Perwakilan Sulteng. Sebab di Sulteng angka kelahiran dengan usia dini atau Age Spesific Fertility Rate (ASFR) jumlahnya terbilang cukup tinggi. Persentasenya menembus 47,87persen.

Sekretaris BKKBN Perwakilan Sulteng, Andi Kameriah menjelaskan, angka kelahiran usia dini terjadi pada kelompok umur 15 sampai 19 tahun. Menurutnya usia ideal pasangan nikah yaitu 25tahun bagi pria dan 21 untuk perempuan.

“Artinya, dari 1000 perempuan yang melahirkan, ada 47 sampai dengan 48 persen diantaranya yang berumur 15 sampai 19 tahun,”kata Andi Kameriah dalam acara GenReaward, Sabtu pelan lalu di Sutan Raja Hotel.

Dalam catatan BKKBN, jumlah ASFR terendah di Sulteng berada di Kota Palu, yaitu 14,1persen. Sedangkan ASFR teringgi berada di Kabupaten Banggai Kepulauan yakni 89,56persen. Begitu pula kata dia dengan usia perkwaninan. Berdasarkan data Susenas, persentase usia kawin pertama (UKP) di wilayah Sulteng mencapai 20,19 tahun pada tahun 2015.

UKP terendah jelas Kameriah untuk Sulteng adalah Kabupaten Parigi Moutong yakni 19,74. Sedangkan UKP tertinggi adalah Kota Palu yaitu 21,20.

“Ini menjadi tantangan kita bersama untuk lebih giat dan maksimal mempromosikan dan menyosialisasikan program generasi berencana,”sebut Kameriah.

Kameria berharap pembinaan generasi muda perlu didorong seluruh stake holder terkait, bukan hanya BKKBN. Utamanya dinas, instansi, seperti Dinas Pengendalian Penduduk dan KB Provinsi, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) KB kabupaten/kota, dinas pendidikan dan kebudayaan, dinas pemuda dan olahraga, akademisi dan LSM permerhati remaja.

Dalam lingkungan BKKBN, upaya pencegahan itu dilakukan dengan sejumlah pendekatan. Diantaranya membuka pusat informasi dan konseling remaja (PIK-R) berkaitan pola perencana hidup berkeluarga. Selain itu ada juga bina keluarga remaja (BKR) berbasis keluarga. Keberadaan PIK R dan BKR kata dia diharap menjadi wadah penggelora program generasi berencana (Genre). Dengan fokus utama mengajak remaja untuk menunda usia perkawinan atau mencegah pernikahan usia dini.

(mdi/Palu Ekspres)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA POPULER

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!