Kedubes Australia Cek Bangunan Sekolah Hasil Bantuannya – Palu Ekspres
Pendidikan

Kedubes Australia Cek Bangunan Sekolah Hasil Bantuannya

Duta Besar Australia untuk Indonesia Dr Bradly Amstrong PSM mengunjungi SMP Negeri 1 Torue didampingi oleh Bupati Parimo H. Samsurizal Tombolotutu. Foto Istimewa

PALU EKSPRES, PARIMO – Diplomat Kedutaan Besar Australia di Indonesia Dr.Bradly Amstrong PSM mengunjungi SMP Negeri 1 Torue, salah satu sekolah yang mendapatkan bantuan perluasan akses pendidikan wajib belajar sembilan tahun pada tahun 2007 di Kabupaten Parigi Moutong (Parimo).

Ia didampingi oleh Bupati Parimo Samsurizal Tombolotutu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Parimo, Kepala BAPPEDA, Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura dan Kepala Dinas Perizinan satu Pintu Parimo.

Bradly Amstrong mengungkapkan, Pemerintah Australia memberikan bantuan pembangunan sekolah sebanyak 24 di Kabupaten Parimo.

Ia pun merasa bangga kepada masyarakat dan pihak sekolah karena telah menjaga dengan baik selama sepuluh tahun ini.  Hal itu menunjukkan sikap gotong royong yang sangat kuat untuk membangun pendidikan yang lebih baik.

“Terlihat dari kualitas sekolah yang sangat baik itu menunjukkan selama sepuluh tahun menjaga sebaik mungkin bangunan yang ada,’’ ujarnya.

Dia katakan, saat ini pemerintah Australia memiliki bantuan pedidikan untuk Indonesia sebanyak Rp 3,7 triliun.  Sementara bagi guru, ada sejumlah bantuan untuk pendidikan lanjutan, yakni S2 dan S3 di Negara Australia. Sehingga bantuan yang diberikan ke Pemerintah Indonesia lebih besar dari pada negara lain.

Selain itu juga terdapat bantuan sarana dan prasarana dalam jangka sepuluh tahun mendatang, dengan tujuan agar dapat menciptakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat. Kemudian program pembangunan 1400 sekolah pada tahun 2007 telah rampung keseluruhan.

Dalam pemberian bantuan tiap tahun, pihaknya melihat kebutuhan yang diharapkan oleh Pemerintah Indonesia.

‘’Bangunan sekolah ini satu paket dengan program sebelumnya termasuk yang berada di Kabupaten ini,’’jelasnya.

Sementara itu, mantan Kadis Pendidikan Parimo yang saat ini sudah menjadi Kepala Bappelitbangda, Ardi Kadir mengatakan, sebelumnya program pembangunan gedung sekolah SMP ini, rencananya bertempat di Tolai.

Namun melihat jumlah siswa yang banyak berada di wilayah Kecamatan Torue dan Astina, sehingga dibangunlah sekolah tersebut di wilayah itu karena sesuai dengan program pemerintah saat itu wajib belajar sembilan tahun.

Lanjut dia, pada saat itu ada dua desa yang memiliki jumlah siswa kelas enam yang sangat banyak.  Untuk mengantisipasi hal itu agar tidak terjadi anak putus sekolah maka pemerintah saat itu memutuskan agar membangun gedung sekolah di wilayah tersebut,’’ terangnya.

Ia menambahkan bantuan ini terdapat di beberapa titik, salah satunya di Kecamatan Torue yang hingga kini masih berdiri dan masih ada beberapa sekolah lagi yang merupakan bantuan Pemerintah Australia keada Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong,’’ tandasnya.

(mg4/Palu Ekspres)

Click to comment

BERITA POPULER

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!